Dipaksa Makan Daun

Marcel Merintih Kelaparan Tiga Hari

Seorang bocah yang masih duduk di kelas tiga SD swasta harus mengalami penderitaan

Tayang:
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
Marcel Merintih Kelaparan Tiga Hari - 0711ANAK1.jpg
Sripo/Jack
KUNJUNGI KORBAN — Ketua KPAI Kota Palembang Andi Sangadi (kiri) mengunjungi Marcel Pratama (8) korban kekerasan anak di Rumah Sakit Karya Asih Charitas Kenten, Selasa (6/11) .
Marcel Merintih Kelaparan Tiga Hari - 0711ANK.jpg
Sripo/Anton
Ilustrasi.

PALEMBANG, SRIPO — Seorang bocah yang masih duduk di kelas tiga SD swasta harus mengalami penderitaan akibat perlakuan kasar ayahnya sendiri, Humiras Laksamana Franco alias Ucok (35). Marcel Pratama (8) selama setahun terakhir, didera penderitaan setelah kedua orangtuanya bercerai secara siri. Puncaknya, dua minggu lalu, Marcel dibiarkan kelaparan selama tiga hari hingga ia harus dirawat di RS, Selasa (6/11). Marcel diselamatkan Polwan dan pamannya.

Ketika ditemui di Rumah Sakit Karya Asih Charitas Kamar 12, Sematang Borang, Palembang, Marcel mengenakan baju tidur film kartun Timmy Time, tengah duduk bersandar di tempat tidur besi.Tangan kirinya masih dililit selang infus.

Ia ditemani neneknya, Sutina (56). Marcel sulit berkomunikasi kecuali dengan Sutina. Saat dibantu neneknya itu, Marcel pelan-pelan berbicara kepada sejumlah wartawan. “Tas sekolah dibuang ke got. Buku disobek. Baju dibakar,” ujar Marcel terbata-bata. “Nggak mau lagi sama papa. Benci sama papa. Nggak boleh main. Sama nenek saja,” lanjutnya.

Menurut Sutina, cucunya tersebut sering dijemur oleh Ucok. Terakhir Sutina mendapati Marcel dibiarkan lapar selama tiga hari oleh ayahnya. “Dulu juga pernah Marcel disuruh makan daun oleh Ucok,” ungkapnya.

Marcel adalah anak yang periang. Suka bermain bersama teman sebaya yang duduk di kelas III di salah satu SD swasta Palembang. Begitu kata Sutina yang banyak menghabiskan waktu bersama cucunya sejak kecil.

“Dia selalu ceria. Anak seumurnya aktif bermain bersama teman-teman,” kata Sutina, sembari menyuapkan nasi ke mulut Marcel. “Suka main bola,” timpal Marcel, seraya mengangkat kedua tangan memperagakan stik Playstation.

Tak ada keceriaan pada diri Marcel kemarin. Dikatakan Sutina, cucunya justru histeris mendengar suara motor datang. “Marcel langsung terperanjat takut kalau dengar suara motor. Dia mengira itu bapaknya. Sebab, sepekan di rumah sakit ini bapaknya selalu datang ingin membawa pulang dia secara paksa,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah penyelidikan terkait kasus tersebut. Dengan mengumpulkan barang bukti dan memintai keterangan saksi. Korban pun harus dilakukan visum dahulu, jika hasil visum nanti ada tanda-tanda pemukulan dan kekerasan yang dilakukan orang tua, pelaku segera diamankan. Pelaku dituduh telah melanggar Pasal 13 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Petugas tidak akan tinggal diam mengusut kasus ini, semua telah dilakukan  sesuai prosedur,” tandasnya.

Kesal Bercerai
Paman korban, Kiki Gunawan saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (6/11) mengatakan, perbuatan ayah kandung Marcel tersebut dilandasi kekesalan pasca bercerai dengan istrinya bernama Henny (28).

“Keduanya bercerai tahun lalu. Ucok merasa kesal dengan perceraian tersebut, tak lama berselang kita mengetahui bahwa anak mereka yang keponakan saya sendiri diperlakukan secara tidak manusiawi. Dia disuruh tidur di teras, disuruh makan daun, dan dilarang sekolah,” katanya kepada Sripo.

Namun keluarga tak lantas melapor. Menurut Kiki, pihaknya masih menempuh mediasi dengan berharap perubahan didapat. “Pihak KPAID pun berusaha untuk melakukan mediasi demi kepentingan terbaik untuk anak tersebut,” ujarnya.

Tapi semuanya tak langsung berubah. Diungkapkan Kiki, perbuatan Ucok justru semakin menjadi-jadi. Marcel pun semakin sering mendapat perlakuan yang dinilainya tidak manusiawi.
“Saya dikabarkan oleh ibu saya yang juga nenek Marcel kalau keponakan saya itu dibiarkan tidur di teras, disuruh makan daun, dan terakhir dibiarkan tiga hari kelaparan. Saya langsung menghubungi pihak UPPA,” katanya.

Bersama dua polisi wanita (Polwan) dari UPPA Sumsel, Kiki menyambangi rumah keluarga Ucok, berniat membawa Marcel. Kiki mengaku kaget bukan kepalang, saat tiba ia mendapati Marcel sedang merintih kelaparan.

“Di rumah itu Marcel disimpan, dibiarkan kelaparan. Polwan pun menyaksikan kalau Marcel memegang perut dan merintih. Sedangkan ayahnya tidak berada di tempat. Lantas kami pun bergegas membawanya ke rumah sakit seminggu yang lalu,” katanya.

Kiki Gunawan selaku juru bicara ibu kandung Marcel mengatakan, keluarganya mendesak pihak kepolisian segera menangkap dan memproses Ucok. Menurutnya, apa yang telah dilakukan Ucok terhadap keponakannya tersebut tidak dapat dimaafkan.

“Kami jelas dan tegas meminta polisi segera tangkap dan penjarakan Ucok. Polisi sudah bisa bergerak, tidak harus menunggu laporan dari keluarga ketika sudah mendengar hal ini,” katanya.
Tak hanya itu, keluarga Marcel juga menuntut penghapusan hak asuh Ucok. Karena menurut Kiki, tak ada jaminan keamanan apabila Marcel terus berada di dekat Ucok.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved