250 JCH Plus Asal Sumsel Urung Berangkat

Pasrah Menunggu Tahun Depan

Kekecewaan terlihat jelas tergambar di raut wajah para calon jemaah haji meski mereka tetap berharap dapat

Tayang:
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
zoom-inlihat foto Pasrah Menunggu Tahun Depan
riautoday.com
Ilustrasi.

PALEMBANG, SRIPO -- Kekecewaan terlihat jelas tergambar di raut wajah para calon jemaah haji meski mereka tetap berharap dapat menjalankan Rukun Islam ke-lima. Tetapi, semua ini tinggal impian saja, karena kurang dari 250 JCH (jemaah calon haji) Plus gagal berangkat menuju Arab Saudi.

Rasa kecewa ini terlihat saat mendengar bahwa, kurang lebih dari 250 JCH asal Sumsel gagal berangkat, ini dikarenakan soal Visa yang bermasalah. Masalah ini akhirnya terungkap saat seluruh jemaah haji yang ditampung di hotel selama empat hari tak kunjung diberangkatkan ke Arab Saudi.

“Kita sudah menggelar syukuran, sedekah untuk pemanjatan doa kepada Allah agar keberangkatan ini diberi kesehatan rohani dan jasmani selama menunaikan ibadah haji. Tetapi di balik kebahagiaan dan keceriaan ini, ada saja musibah yang menimpa, semua jemaah haji Plus asal Sumsel gagal berangkat. Ini mungkin sudah kehendak Tuhan, mungkin nanti ada hikmahnya,” ungkap salah satu jamaah haji Suasis (60), warga Cahaya Mas Masuji Makmur, Kab OKI.

Setelah sampai Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, tiada kata-kata yang bisa diucapkan keluarga selain bersabar untuk menunggu tahun. Semua keluarga saat kedatangan ibu, bapaknya, saudara yang bakal berangkat, jadi menangis, “Sabar ibu, mungkin jika umur masih panjang diberi Tuhan, tahun depan insyaallah diberikan jalan oleh Allah untuk berangkat. Sabar bu,” ucap salah seorang penjemput kepada ibunya.

Suasis (60) saat ditemui di bandara mengatakan, kebatalan keberangkatan ini disebabkan masalah Visa.

“Kami memilih haji Plus agar cepat berangkatnya, jika antre mengukuti haji regular, kami berangkat bisa tahun 2023. Jujur kami sangat kecewa karena batal berangkat,” ungkap dengan wajah pasrah.

Soal Visa lanjutnya, di daerah tidak ada kepengurusan kementrian agama, “Jadi jika kita dipaksa untuk membuat Visa langsung melalui Kemenag tidak bisa, jalan terakhir jadi kita langsung melalui PT Karibin Nur Indralaya,” ungkapnya.

Saat ditanya apa tanggung jawab PT Karibin Nur Indralaya, Suasis mengatakan, saat PT Karibin Nur Indralaya ditelepon, pihaknya berjanji ingin memberangkat tahun 2013.

“Dengan jawab demikian, kami pasrah mendengar keterangannya, kami berharap pihak tersebut bertanggunng jawab atas kegagalan keberangkatan ini,” tegasnya.

Senada dengan Suasis, calon jemaah haji asal Palembang, Imron (58), pihak penyelenggara juga beralasan hingga kini pihak keberangkatan belum mengeluarkan visa bagi jemaah haji.
Ia menuturkan, ketidak pastian dari pihak penyelenggara untuk memberangkatkan calon jemaah ke tanah suci sudah dirasakan sejak dua hari terakhir.

“Para calon jemaah hanya dijanji-janjikan berangkat, namun hanya ditampung di hotel. Bahkan jemaah haji sudah ada yang menginap lebih dari empat sampai delapan hari. Kami sering menanyakan untuk pemberangkatannya, mereka hanya bilang tunggu saja,” katanya.

Ditambahkannya, dengan terjadi kejadian ini, dirinya sendiri hanya bisa terduduk lemas saat saat di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II, Hanya tinggal jadi, “Ini mungkin ujian, tetapi kita harus terima, dan tawakal, jika ada waktunya Tuhan akan memberikan jalannya,” tandasnya.

Malu Pulang Kampung
Sejumlah jamaah calon haji (JCH) yang gagal berangkat ke Tanah Suci di Hotel Mega Matra, menangis saat mesti kembali ke kampung halamannya, Sabtu (20/10).

Salah seorang yang menangis, yakni Darwiyah (54), JCH asal Indramayu. Kemarin sore, Darwiyah menunggu rekan-rekannya menjemput dirinya untuk pulang ke kampungnya di Indramayu.

Sore itu, Darwiyah dengan membawa dua tas besar berisi baju dan perlengkapan yang rencananya ia pakai selama di Tanah Suci, menunggu rekannya di bawah pohon mangga yang berada di parkiran mobil Hotel Mega Matra di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur. Hotel itu adalah tempat penampungan mereka sebelum berangkat haji.

Darwiyah terus menitikkan air mata, sedangkan sejumlah rekan-rekan sesama jamaah yang gagal berangkat tampak menenangkannya. Bahkan, ketika mobil Xenia hijau metalik yang menjemputnya datang, tangis Darwiyah makin terdengar jelas.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved