Idul Adha 2026

Jelang Idul Adha 2026, Pemkab OKI Latih 70 Juru Sembelih Kurban Pastikan Daging Aman dan Halal

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Juru Sembelih Halal (Juleha), Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tayang:
Penulis: Nando Davinchi | Editor: Odi Aria
Handout
PELATIHAN JURU SEMBELIH- Pelatihan juru sembelih yang diikuti oleh 70 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir digelar di Ruang Rapat Bende Seguguk (RRBS) 1 Sekretariat Daerah (Setda), Kamis (21/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab OKI menggelar pelatihan pemotongan hewan kurban untuk memastikan daging aman, sehat dan halal dikonsumsi
  • Pelatihan menghadirkan narasumber dari Juleha, MUI dan Disbunnak OKI dengan fokus pada syariat, kesehatan dan kesejahteraan hewan
  • Sebanyak 70 peserta dari berbagai kecamatan mengikuti pelatihan menjelang Hari Raya Idul Adha

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar pelatihan tata cara pemotongan hewan kurban bagi panitia masjid dan juru sembelih halal agar proses penyembelihan berjalan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bende Seguguk (RRBS) I Sekretariat Daerah OKI itu dibuka langsung oleh Plt Sekda OKI, H Alamsyah, Kamis (21/5/2026).

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Juru Sembelih Halal (Juleha), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) OKI.

Alamsyah mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat memperoleh daging kurban yang aman, sehat dan halal dikonsumsi sesuai ketentuan syariat.

“Hari ini para pemotong hewan kurban mengikuti pelatihan, nanti ilmu yang didapat dipraktekkan di hari H penyembelihan hewan kurban saat lebaran,” ujar Alamsyah.

Menurutnya, selain memastikan kehalalan daging, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kualitas dan kebersihan proses penyembelihan hewan kurban.

“Pada saat pemotongan hewan kurban nanti agar menjaga kebersihan. Termasuk yang terpenting, pastikan hewan kurban bebas penyakit dan sudah masuk umur,” tegasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda OKI, M Danni Oktaviano menjelaskan materi yang diberikan kepada peserta lebih menitikberatkan pada standarisasi tata cara penyembelihan hewan kurban.

Ia menyebutkan, ada sejumlah poin penting yang harus dipahami panitia kurban, mulai dari pemenuhan rukun syariat Islam, kesehatan hewan hingga kesejahteraan hewan sebelum disembelih.

“Tujuannya memastikan tata cara penyembelihan memenuhi rukun syariat Islam, memastikan hewan tidak terkontaminasi penyakit, serta menjaga kesejahteraan hewan. Artinya, jangan dipotong dengan cara menyakiti,” jelas Danni.

Pelatihan tersebut diikuti sedikitnya 70 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten OKI. Antusiasme peserta pun terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.

Salah seorang peserta asal Kecamatan Pedamaran, Parhan mengaku mendapat banyak pengetahuan baru melalui pelatihan tersebut.

Ia yang rutin menjadi jagal hewan kurban setiap tahun menilai kegiatan itu sangat bermanfaat.

“Setiap tahun memang selalu menjadi pemotong hewan kurban di masjid bersama panitia lainnya. Hari ini pelatihan jadi bertambah banyak ilmu yang didapat,” katanya.

Menurut Parhan, pelatihan ini sangat tepat dilaksanakan menjelang Idul Adha sehingga ilmu yang diterima bisa langsung diterapkan saat proses penyembelihan nanti.

“Sudah dekat lebaran haji, jadi ilmu ini bisa langsung kami terapkan nanti saat memotong hewan kurban,” pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved