Idul Adha 2026
Sapi 'Panda' Milik Peternak Palembang Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
Sapi unik milik peternak lokal bernama Mas Tejo tersebut dijuluki "Panda" karena memiliki corak warna hitam dan putih
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Seekor sapi jenis simental berbobot jumbo mencapai 964 kilogram terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto
- Sapi unik milik peternak lokal bernama Mas Tejo tersebut dijuluki "Panda" karena memiliki corak warna hitam dan putih yang menyerupai mamalia panda.
- Mas Tejo sendiri telah berjualan sapi sejak tahun 1996. Di peternakannya, ia menyediakan berbagai jenis sapi seperti Bali, simental, Madura, hingga persilangan Bali-Madura.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Seekor sapi jenis simental berbobot jumbo mencapai 964 kilogram terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Kota Palembang pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Sapi unik milik peternak lokal bernama Mas Tejo tersebut dijuluki "Panda" karena memiliki corak warna hitam dan putih yang menyerupai mamalia panda.
"Bersyukur sapi bernama Panda ini terpilih untuk sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk Kota Palembang," kata Mas Tejo saat ditemui di peternakannya yang berlokasi di Jalan Sidomulyo, Kecamatan Sukarami, Palembang, Senin (18/5/2026).
Tejo menjelaskan, sapi tersebut didatangkan dari Lampung dan telah dipeliharanya selama satu tahun terakhir.
Saat pertama kali dibeli, bobot sapi itu masih sekitar 650 kilogram. Kini, beratnya meningkat menjadi 964 kilogram atau bertambah lebih dari 300 kilogram.
Menurut Tejo, perawatan sapi berbobot besar membutuhkan perhatian khusus, terutama dari sisi pakan dan nutrisi.
Setiap hari, Panda mengonsumsi ampas tahu hingga 15 kilogram, ongok sekitar 15 kilogram, serta konsentrat sebanyak 2 hingga 3 kilogram. Selain itu, rumput juga disediakan sebanyak yang mampu dimakan sapi tersebut.
“Sapi besar harus full makanan vitamin konsentrat, ampas tahu bisa sampai 15 kilogram, ongok 15 kilogram, konsentrat 2 sampai 3 kilogram per hari, dan rumput semampu sapinya makan kita siapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan rumput untuk ternaknya relatif aman karena memiliki bank pakan sendiri yang dipanen rutin setiap dua minggu sekali.
Mas Tejo sendiri telah berjualan sapi sejak tahun 1996. Di peternakannya, ia menyediakan berbagai jenis sapi seperti Bali, simental, Madura, hingga persilangan Bali-Madura.
"Sapi Bali menjadi jenis yang paling banyak diminati pembeli karena memiliki tulang kecil namun daging yang lebih banyak," katanya
Untuk harga, sapi yang dijual di peternakannya dibanderol mulai dari Rp17 juta, tergantung jenis dan ukuran sapi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sapi-panda-2026.jpg)