Breaking News

Viral Dugaan Pungli di Jembatan Penghubung Banyuasin-OKI, Camat Terjunkan Tim

Viral di media sosial, ada pungutan liar saat melewati jembatan penghubung antara Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten OKI.

Penulis: Ardiansyah | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/metai AI
PRAKTIK PUNGLI - Foto ilustrasi praktik pungli di suatu jembatan (foto merupakan rekayasa AI, karakter yang digunakan hanya fiktif hasil imajinasi AI) seperti yang terjadi dikawasan Desa, Kecamatan Muara Sugihan. Jembatan penghubung di kawasan tersebut merupakan akses antar kabupaten, yakni Kabupaten Banyuasin dengan Kabupaten OKI. 
Ringkasan Berita:
  • Viral di media sosial, ada pungutan liar saat melewati jembatan penghubung antara Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten OKI. 
  • Video yang direkam warga dari dalam mobil tersebut mengungkapkan bila untuk lewat harus membayar Rp50 ribu.
  • Jembatan penghubung antara Banyuasin dan OKI, untuk yang berada di Banyuasin, terletak di Desa Indra Pura, Kecamatan Muara Sugihan.

 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Viral di media sosial, ada pungutan liar saat melewati jembatan penghubung antara Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten OKI. 

Video yang direkam warga dari dalam mobil tersebut mengungkapkan bila untuk lewat harus membayar Rp50 ribu.

Bila pulang pergi, berarti harus mengeluarkan uang Rp100 ribu.

Camat Muara Sugihan, Welly Ardiansyah, ketika dikonfirmasi sudah mendapatkan informasi tersebut.

Baca juga: Viral Pungli Rp50 Ribu di Jembatan Air Sugihan OKI, Herman Deru Geram Perintahkan Tindak Tegas

Pihaknya bersama Polsek Muara Sugihan saat ini sedang berada di lokasi.

"Kami masih mengecek, kenapa ada pungutan seperti itu. Nanti, apabila sudah jelas akan diberitahukan lagi," kata Welly, Kamis (16/4/2026).

Jembatan penghubung antara Banyuasin dan OKI, untuk yang berada di Banyuasin, terletak di Desa Indra Pura, Kecamatan Muara Sugihan

Sebelumnya, memang sempat viral adanya pungutan yang dilakukan untuk motor dan mobil yang melintas. 

Saat itu, jembatan baru selesai dibangun dan masyarakat antara dua kabupaten ini bisa melintas. 

"Dulu itu lewat dari usaha tani, makanya ada warga yang meminta uang untuk pemeliharaan. Uang yang terkumpul untuk perbaikan jalan usaha tani, karena rusak selaku dilalui mobil hingga truk. Sekarang, jalan itu tidak lagi dilalui karena masyarakat meminta," ungkapnya.

Seiring berjalan waktu, ada jalan lain yang dibuka untuk dapat dilalui dan jalan inilah yang dilalui masyarakat baik dari Banyuasin menuju ke OKI dan sebaliknya. 

Dari penelusuran sementara, ada warga yang merasa tanahnya dilintasi. 

Sehingga, warga itu berinisiatif untuk meminta sumbangan karena tanahnya dilintasi jalan. 

"Kami bersama polsek masih berkumpul di kantor Desa Indra Pura. Agar ini tidak berlarut, makanya dibahas untuk mencari solusi dan bisa diselesaikan," pungkasnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved