Berita OKI

Atasi Blankspot, 8 Desa di OKI Kini "Merdeka Sinyal" Lewat Program Internet Gotong Royong

Melalui program Internet Gotong Royong (IGR), sebanyak delapan desa yang sebelumnya terisolasi kini resmi terbebas dari status blankspot.

Penulis: Nando Davinchi | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Nando Davinchi
BTS COMBAT - Melalui program internet gotong royong, base transceiver station compact mobile base station (BTS combat) Telkomsel menyulap Desa Kuripan, Kecamatan Teluk Gelam yang dulunya blankspot menjadi area dengan jaringan 4G. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab OKI luncurkan program Internet Gotong Royong (IGR) untuk atasi 57 titik krisis sinyal melalui kolaborasi pemerintah desa dan operator.
  • Delapan desa di berbagai kecamatan (termasuk Mesuji, Teluk Gelam, dan Lempuing) kini resmi terbebas dari blankspot dan menikmati jaringan 4G.
  • Prioritas konektivitas ditujukan bagi fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta pendidikan.

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus berupaya memerdekakan wilayahnya dari krisis sinyal. Melalui program Internet Gotong Royong (IGR), sebanyak delapan desa yang sebelumnya terisolasi kini resmi terbebas dari status blankspot.

Kepala Diskominfo OKI, Adi Yanto, mengungkapkan bahwa tantangan geografis menjadi kendala utama. Dengan luas wilayah mencapai 17.071,33 kilometer persegi, tercatat masih ada 57 titik di OKI yang belum terjangkau akses internet secara optimal.

"Kualitas jaringan saat ini masih didominasi sinyal 4G lemah sekitar 75 persen, sementara jaringan stabil baru menyentuh angka 15 persen. Operator seringkali enggan membangun infrastruktur di pelosok karena populasi yang sedikit," ujar Adi, Selasa (14/4/2026).

Menyikapi hal tersebut, Pemkab OKI menggandeng Telkomsel melalui skema IGR. Model ini mengedepankan kolaborasi: pemerintah daerah memfasilitasi regulasi, operator membangun jaringan, dan pemerintah desa menyiapkan lokasi serta infrastruktur pendukung.

"Dengan pembagian peran ini, wilayah yang sebelumnya tidak layak secara bisnis menjadi lebih memungkinkan untuk dijangkau. Prioritas kami adalah sekolah, puskesmas, dan kantor desa agar pelayanan publik tidak terhambat," tegas Adi.

Hingga saat ini, delapan desa yang telah menikmati jaringan 4G lewat program ini adalah:

Mesuji & Mesuji Raya: Desa Karya Mukti dan Desa Balian.

Lempuing & Mesuji Makmur: Desa Suka Mulya dan Desa Pematang Binatani.

Teluk Gelam: Desa Panca Tunggal Benawa dan Desa Kuripan.

Pedamaran Timur & Pangkalan Lampam: Desa Pulau Geronggang dan Desa Deling.

Asisten III Setda OKI, Hj. Nursula, menambahkan bahwa akses internet kini telah menjadi kebutuhan dasar, bukan lagi sekadar gaya hidup.

Menurutnya, pemerataan koneksi sangat krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan pendidikan.

"Kami terus mendorong kolaborasi ini agar seluruh desa yang masih blankspot segera menikmati jaringan internet yang layak," tutup Nursula.

Sebagai bukti keberhasilan, Base Transceiver Station (BTS) Combat Telkomsel kini telah beroperasi di Desa Kuripan, Kecamatan Teluk Gelam, mengubah wilayah yang dulunya nirsinyal menjadi area terjangkau jaringan 4G. 

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Distransnaker Ogan Ilir Sebut Ada 8 TKA Cina Jadi Teknisi Mesin di PT SPF, Bukan 80 Orang

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved