Berita Ogan Ilir

Distransnaker Ogan Ilir Sebut Ada 8 TKA Cina Jadi Teknisi Mesin di PT SPF, Bukan 80 Orang

Sebelumnya, anggota DPRD Ogan Ilir, Huzaimi menyebut ada puluhan TKA Cina yang bekerja di perusahaan manufaktur di daerah tersebut.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: tarso romli
Sripoku.com/handout/tidak ada
BERI PENJELASAN - Kepala Distransnaker Kabupaten Ogan Ilir, Amrullah saat berada di kantornya, Selasa (14/4/2026). Distransnaker telah meminta penjelasan PT SPF terkait isu 80 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang bekerja di perusahaan tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Anggota DPRD OI menyebut ada puluhan tenaga kerja asal Cina yang bekerja di PT Sumatera Prima Fibreboad Ogan Ilir.
  • Disnakertrans Ogan Ilir yang melakukan pemeriksaan langsung menemukan hanya ada delapan orang TKA Asal Cina yang dipekerjakan khusus untuk teknisi mesin.
  • Sementara dua lainnya TKa asal Malaysia.

 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Ogan Ilir telah meminta penjelasan PT SPF terkait isu 80 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang bekerja di perusahaan tersebut.

Kepala Distransnaker Kabupaten Ogan Ilir, Amrullah membenarkan ada TKA Cina di PT Sumatera Prima Fibreboad (SPF).

"Memang ada TKA Cina delapan orang. Bukan 80 orang seperti yang diinformasikan," ucap Amrullah kepada wartawan di Indralaya, Selasa (14/4/2026).

Dilanjutkannya, PT SPF saat ini sedang membangun pabrik baru yang nantinya akan merekrut banyak tenaga lokal.

Perusahaan yang bergerak di bidang industri panel kayu itu mendatangkan delapan TKA Cina untuk teknisi mesin.

"Dan mereka bukan TKA yang menetap, melainkan hanya mengerjakan mesin," jelas Amrullah.

Dilanjutkannya, berdasarkan data yang diterima Distransnaker Ogan Ilir, ada dua TKA lainnya yang bekerja di PT SPF.

"Kalau yang dua orang itu TKA dari Malaysia, bukan Cina," ungkap Amrullah.

Sebelumnya, anggota DPRD Ogan Ilir, Huzaimi menyebut ada puluhan TKA Cina yang bekerja di perusahaan manufaktur di daerah tersebut.

Perusahaan yang dimaksud yakni PT Sumatera Prima Fibreboard (SPF).

"Di PT SPF sekarang ini ada 80 TKA dari Cina. Kami minta tolong untuk dinas terkait agar ditindaklanjuti," kata Huzaimi kepada wartawan di Indralaya, Jumat (10/4/2026).

Pernyataan anggota legislatif dari Fraksi Partai Gerindra ini juga disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Ogan Ilir, Kamis (9/4/2026) lalu.

Menurutnya, di saat masih banyak warga Ogan Ilir yang menganggur dan sangat membutuhkan pekerjaan, perusahaan justru lebih memilih TKA.

"Kami menekankan agar perusahaan bisa memberdayakan tenaga kerja lokal, khususnya dari Kabupaten Ogan Ilir," tegasnya. 

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Seleksi Pelatihan Migas Muba 2026 Dimulai, Kelulusan Berdasarkan Kemampuan, Bukan Ada Orang Dalam

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved