Berita OKI

Manfaatkan Surutnya Rawa Lebak, Produksi Padi OKI Ditargetkan Tembus 900 Ribu Ton pada 2026

Dinas Pertanian OKI menargetkan produksi padi melonjak hingga 900 ribu ton pada 2026, meningkat tajam dari capaian tahun lalu sebesar 600 ribu ton.

Tayang:
Penulis: Nando Davinchi | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Nando Davinchi
SAWAH RAWA LEBAK - Para petani sawah di Kabupaten OKI sedang menggarap lahan rawa lebak untuk menanam padi. Dinas Pertanian OKI menargetkan produksi pada kabupaten OKI tembus 900 ribu tom pada tahun 2026. 

Manfaatkan Surutnya Rawa Lebak, Produksi Padi OKI Ditargetkan Tembus 900 Ribu Ton pada 2026

Ringkasan Berita:
  • Dinas Pertanian OKI menargetkan produksi padi melonjak hingga 900 ribu ton pada 2026, meningkat tajam dari capaian tahun lalu sebesar 600 ribu ton.
  • Target dikejar lewat pembukaan 10.000 hektare cetak sawah baru dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) di lahan rawa lebak dari satu menjadi dua hingga tiga kali tanam.
  • Lima kecamatan rawa lebak (Pampangan, SP Padang, Jejawi, Tanjung Lubuk, Teluk Gelam) jadi ujung tombak saat kemarau El Nino.

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Fenomena El Nino tidak selamanya membawa dampak buruk bagi sektor pertanian. Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, surutnya genangan air di kawasan rawa lebak justru membuka peluang baru dan menjadi harapan besar bagi para petani setempat.

Memanfaatkan momentum langka tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten OKI menetapkan target ambisius untuk menyulap lahan rawa menjadi lumbung padi produktif, dengan target produksi menembus angka 800.000 hingga 900.000 ton pada tahun 2026.

Kepala Dinas Pertanian OKI, Syahrul Sodri, mengungkapkan bahwa strategi utama gerakan tanam tahun ini tidak hanya difokuskan pada perluasan lahan cetak sawah baru.

Pemerintah daerah justru melirik potensi tersembunyi dari area rawa lebak yang selama ini kerap terendam banjir dengan genangan air yang tinggi.

"Secara keseluruhan, fokus kita bukan hanya di lokasi cetak sawah baru saja, tetapi terutama di daerah-daerah rawa lebak yang biasanya tergenang air cukup tinggi. Melalui fenomena El Nino ini, kami memproyeksikan bagian lebak dalam akan surut," ujar Syahrul saat dikonfirmasi pada Sabtu (23/5/2026) siang.

Menurut Syahrul, surutnya air di kawasan rawa lebak menjadi momentum strategis bagi petani untuk mengolah lahan yang sebelumnya tidak tersentuh.

Hal ini merupakan peluang besar untuk menambah luas tanam dalam rangka menunjang swasembada pangan di Provinsi Sumatera Selatan.

Target produksi yang ditetapkan untuk tahun 2026 merupakan lompatan besar jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang berada di angka 600.000 ton.

Untuk mengejar target fantastis tersebut, Dinas Pertanian OKI telah menyiapkan strategi ganda.

"Kami tidak hanya mengandalkan program perluasan cetak sawah baru yang ditargetkan bertambah hingga 10.000 hektare, tetapi juga dengan menggenjot Indeks Pertanaman (IP)," jelas Syahrul seraya membeberkan strategi percepatan melalui peningkatan IP, lahan rawa lebak yang tadinya hanya bisa sekali tanam dalam setahun, akan dipacu menjadi dua kali tanam. 

Begitu pula lahan yang sudah dua kali tanam, akan ditingkatkan menjadi tiga kali tanam.

Lebih lanjut, Syahrul memetakan lima kecamatan yang memiliki hamparan rawa lebak luas sebagai ujung tombak lumbung ketahanan pangan OKI yang diproyeksikan menyumbang pasokan gabah terbesar selama musim kemarau ini.

"Kami berharap kontribusi besar dalam penambahan luas tanam padi di musim El Nino ini datang dari lahan rawa lebak di Kecamatan Pampangan, Sirah Pulau (SP) Padang, Jejawi, Tanjung Lubuk, dan Teluk Gelam," pungkasnya.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Kisah Korban Kebakaran di 14 Ilir: Sempat Selamatkan Dua Motor Sebelum Rumah Hangus Terbakar

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved