Berita Musi Rawas

Ketebalan Lumpur 40 CM, Warga di Musi Rawas Terisolasi Tak Bisa Keluar, Hasil Panen Busuk

Warga Desa Sembatu Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, terpaksa bergotong royong memperbaiki kerusakan jalan

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Yandi Triansyah
Handout
JALAN RUSAK - Sejumlah warga Desa Sembatu Jaya Kecamatan BTS Ulu, Musi Rawas saat gotong royong jalan rusak agar kendaraan bisa lewat, Selasa (14/4/2026). Akibat jalan rusak tersebut kendaraan logistik dan hasil kebun tak bisa melintas. 
Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Sembatu Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, terpaksa bergotong royong memperbaiki kerusakan jalan
  • Langkah ini dilakukan guna memastikan kendaraan logistik dan hasil kebun tetap bisa melintas di tengah kondisi jalan yang berlumpur.
  • Kedalaman lumpur yang mencapai 30–40 cm menyebabkan kendaraan standar sering terjebak, sehingga hanya mobil yang telah dimodifikasi yang mampu melintasi jalur utama tersebut.

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS – Warga Desa Sembatu Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, terpaksa bergotong royong memperbaiki kerusakan jalan poros di desa mereka secara mandiri, Selasa (14/4/2026). 

Langkah ini dilakukan guna memastikan kendaraan logistik dan hasil kebun tetap bisa melintas di tengah kondisi jalan yang berlumpur.

Kerusakan jalan yang masih berupa tanah merah tersebut dilaporkan semakin parah akibat tingginya intensitas hujan dalam dua bulan terakhir. 

Kedalaman lumpur yang mencapai 30–40 cm menyebabkan kendaraan standar sering terjebak, sehingga hanya mobil yang telah dimodifikasi yang mampu melintasi jalur utama tersebut.

"Sering warga gotong royong agar aktivitas masyarakat tetap lancar. Kalau kendaraan standar kemungkinan besar terjebak karena lumpurnya dalam," ujar Dedi, salah seorang warga setempat, Selasa (14/4).

Kondisi tersebut tentu sangat dikeluhkan oleh warga. Sebab, aktivitas masyarakat menjadi terganggu, bahkan terkadang warga tak bisa membawa keluar hasil kebunnya.

"Banyak hasil kebun yang busuk sia-sia, karena tidak bisa keluar," ungkapnya.

Dikatakan, kerusakan jalan di desanya sudah berlangsung sejak kurang lebih 2 bulan terakhir. 

Namun, kondisi ini sudah dirasakan warga hampir setiap tahunnya, khususnya saat musim hujan.

"Kalau musim hujan, tapi jalannya rusak parah dan sulit dilalui. Karena jalan ini masih tanah," ungkapnya.

Untuk itu, dia bersama warga lainnya berharap ada upaya perbaikan dari pemerintah untuk melakukan perbaikan. 
Sehingga ekonomi masyarakat meningkat dan aktivitas masyarakat juga lancar. 

"Ini askes jalan utama bagi masyarakat. Kami berharap ada solusi atau perhatian dari pemerintah, agar jalan ini minimal bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat," tutupnya


Baca berita Sripoku.com lainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp Sriwijaya Post

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved