Berita OKI
Harta Karun Tempo Dulu Bermunculan di Pedamaran OKI, Toko Perak Diserbu Penjual Barang Antik
Harta karun tersembunyi dari dalam lemari tua dan dalam rumah masyarakat Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir mulai bermunculan.
Penulis: Nando Davinchi | Editor: tarso romli
Ringkasan Berita:
- Harta karun peninggalan keluarga berupa kuningan, perak, emas dan barang antik lainnya bermunculan di Pedamaran OKI.
- Warga sengaja mengeluarkannya untuk dijual ke toko Perak Mulia Lestarina hingga menjadi heboh.
- Barang-barang itu ada yang dihargai per gram, per kilogram dengan harga sesuai kondisi barang.
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Harta karun tersembunyi dari dalam lemari tua dan dalam rumah masyarakat Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir mulai bermunculan.
Sebuah toko perak dan perhiasan di Desa Menang Raya mendadak diserbu, masyarakat yang datang berbondong-bondong membawa koleksi barang antik dan unik, mulai dari kerajinan perak ukir, kuningan lawas, logam, koin kuno hingga perhiasan emas bernilai seni tinggi.
Toko milik Mulia Lestarina mendadak menjadi pusat perhatian setelah diserbu oleh ratusan warga setiap harinya yang ingin menjual berbagai koleksi barang koleksinya.
Mulia mengungkapkan dalam beberapa waktu terakhir, jumlah warga yang mendatangi tokonya untuk menawarkan barang antik meningkat drastis.
Fenomena ini membuat tokonya kini dipenuhi dengan beragam benda eksotis.
"Ya memang saya membeli perak, karena harganya sedang naik, jadi semua bahan yang mengandung kadar perak akan kita terima,"
"Macam-macam bentuknya, ada yang terbuat dari perak, kuningan, hingga emas," ujar Mulia saat memberikan keterangan di tokonya pada Senin (2/3/2026) sore.
Barang-barang diterima Mulia meliputi berbagai jenis peralatan rumah tangga, aksesori pakaian, koin, hingga pajangan sudah berusia puluhan tahun namun tetap terjaga keaslian materialnya.
"Banyak macam yang saya terima, rata-rata peninggalan para penjajah jaman Jepang atau Belanda seperti koin, tusuk konde, garpu, piring dan perhiasan lainnya. Makanya sekarang sangat dicari untuk dibeli,"
"Banyaknya penjual yang datang menunjukkan bahwa barang-barang antik mengandung perak selama ini tersimpan di lemari atau gudang rumah warga ternyata memiliki nilai ekonomi bagi mereka," ungkapnya.
Menurut Mulia, setiap barang yang datang dibawa warga lalu diperiksa dengan teliti untuk menentukan kadar logam dan nilai harga jualnya.
Barang perak biasanya berupa alat makan atau wadah tradisional, garpu, koin jaman peninggalan.
Kemudian kuningan umumnya berupa pajangan atau peralatan adat dan perlengkapan dapur seperti wadah nasi, alat memasak.
Sedangkan emas perhiasan model lama dengan detail ukiran manual yang sulit ditemukan saat ini.
| Pemkab OKI Cairkan THR dan Gaji ke-13 Guru PAI Rp 6,9 Miliar, Realisasi Capai 100 Persen |
|
|---|
| AKBP Eko Rubiyanto Blender Sabu-sabu Berat 1 Kilogram Milik Warga Tulung Selapan, Jamin tak Beredar |
|
|---|
| Nelayan Tulung Selapan OKI Tangkap Buaya Muara Ukuran Raksasa, Panjang Empat Meter Berat Ratusan Kg |
|
|---|
| Atasi Blankspot, 8 Desa di OKI Kini "Merdeka Sinyal" Lewat Program Internet Gotong Royong |
|
|---|
| Ratusan Hektare Kebun Duku di OKI Gagal, Petani Sebut Pohon Mendadak Mandul Harapkan Keajaiban 2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Toko-Perak-Mulia-Lestarina.jpg)