Warga Mura Tewas Diterkam Harimau

Evakuasi Jasad Korban Diterkam Harimau di Musi Rawas Berjalan Dramatis dan Mendebarkan

Evakuasi jenazah Sahanan (45) warga Dusun  IV Desa Bati Gane Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas  yang diterkam Harimau berlangsung dramatis.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Eko Mustiawan
RUMAH DUKA - Suasana rumah duka korban di terkaman harimau di Desa Batu Gane Kecamatan Selangit, Musi Rawas Sumatera Selatan, Sabtu (28/2/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Detiki-detik proses evakuasi jasad Sahanan (45) yang tewas diterkam harimau di Kabupaten Musi Rawas berjalan dramatis dan mendebarkan.
  • Warga yang mencari potongan tubuh korban dibayang-bayangi ketakutan dan kewaspadaan tinggi karena lokasinya sudah masuk Hutan TNKS Sebelat.
  • Lokasi tersebut banyak ditemukan jejak kaki harimau dan medan yang berbatu dan terjal sehingga menyulitkan warga melakukan evakuasi jasad korban.

 


SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS -- Proses evakuasi jenazah Sahanan (45) warga Dusun  IV Desa Bati Gane Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas  yang diterkam Harimau berlangsung dramatis.

Warga yang datang ke lokasi sempat was-was dan khawatir saat mencoba mengevakuasi jenazah korban dari dalam hutan TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat). 

Mereka khawatir, saat hendak melakukan evakuasi, binatang buas tersebut kembali dan menyerang warga yang saat itu tanpa persiapan apapun secara tiba-tiba. 

Hal itu diungkapkan Kakak Korban bernama Herman saat dibincangi Sripoku.com, pada Sabtu (28/2/2026) sore di rumah duka di Dusun IV Desa Batu Gane Kecamatan Selangit, Musi Rawas. 

Diceritakan Herman, bahwa sebelum kejadian, korban sempat pamit untuk mencari ikan di Sungai Bal di Dusun Sri Pengantin Desa Pasenen Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas pada Jumat (27/2/2026) pagi. 

Namun, biasanya antara pukul 16.00 Wib sampai pukul 17.00 Wib sore, korban sudah pulang ke dusun untuk menjual ikan hasil buruannya. 

Namun, saat itu hingga magrib korban belum juga pulang ke rumah. Pihak keluarga yang khawatir bersama warga berinisiatif mencari korban dengan menyelusuri aliran Sungai Bal.

Karena khawatir, dia bersama warga lainnya berangkat dari rumah mencoba mencari korban disekitaran Sungai Bal di Dusun Sri Pengantin.

Sebagian warga berangkat menuju lokasi, ada yang mengendarai sepeda motor dan ada yang berjalan kaki.

Namun, karena jalan yang tidak memungkinkan, maka sepeda motor tak sampai ke lokasi.

Pencarian sendiri diawali dengan beberapa warga lebih dulu masuk ke dalam hutan dengan menyisiri jalan. Namun, saat itu warga yang menemukan petunjuk keberadaan korban.

Namun, saat warga kembali ke arah jalan belakang, baru ada warga menemukan kaca mata dan jala milik korban, serta ceceran darah yang lumayan banyak.

Mendapati petunjuk itu, kemudian beberapa warga lainnya menyusul hingga ke tepian Sungai Bal. Di lokasi itu memang terdapat banyak bekas darah yang berceceran.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved