OKU Timur Model Implementasi Kedaulatan Pangan Nasional, Produksi Beras Tembus Peringkat 4 Nasional

Pada 2025, produksi beras OKU Timur tercatat melonjak signifikan hingga menempatkan daerah ini pada peringkat keempat nasional.

Penulis: Choirul Rahman | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/Choirul OKUT
TINJAU KAWASAN - Bupati OKU Timur H. Lanosin (Enos) meninjau kawasan pertanian di sentra produksi Belitang sebagai bagian dari percepatan program kedaulatan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, Minggu (15/2/2026). Peningkatan produksi beras hingga menembus peringkat keempat nasional pada 2025 menjadi bukti konkret kontribusi daerah dalam mendukung swasembada pangan. 

Ringkasan Berita:
  • Pada 2025, produksi beras OKU Timur tercatat melonjak signifikan hingga menempatkan daerah ini pada peringkat keempat nasional.
  • “Kedaulatan pangan bukan hanya soal kecukupan stok, tetapi juga kemandirian produksi dan kesejahteraan petani," kata Bupati OKU Timur.
  • OKU Timur diproyeksikan tetap menjadi salah satu penopang utama produksi beras nasional.

 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Program kedaulatan pangan nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mulai memperlihatkan hasil konkret di daerah.

Salah satu wilayah yang dinilai berhasil menerjemahkan kebijakan tersebut secara terukur adalah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

Di bawah kepemimpinan Bupati H. Lanosin atau Enos, Pemerintah Kabupaten OKU Timur mengakselerasi pembangunan sektor pertanian melalui strategi terintegrasi seperti peningkatan produksi beras, optimalisasi lahan rawa (OPLAH), pencetakan sawah baru, hingga pengembangan kawasan pertanian berbasis food estate.

Kebijakan ini diperkuat dengan penerapan mekanisasi pertanian di sentra produksi Belitang serta penguatan jaringan irigasi teknis.

Baca juga: Bulog Sumsel Babel Salurkan 4.664 Ton Beras SPHP Sepanjang 2026, Stok Aman Jelang Ramadan

Hasilnya mulai terlihat.

Pada 2025, produksi beras OKU Timur tercatat melonjak signifikan hingga menempatkan daerah ini pada peringkat keempat nasional.

Capaian tersebut mempertegas kontribusi daerah dalam mendukung target swasembada dan kedaulatan pangan Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Pangan sebagai Fondasi Kedaulatan Negara

Bupati Enos menegaskan, sektor pangan merupakan fondasi utama kedaulatan negara sehingga harus menjadi prioritas pembangunan daerah. 

Ia berpandangan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menopang visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Kedaulatan pangan bukan hanya soal kecukupan stok, tetapi juga kemandirian produksi dan kesejahteraan petani. Karena itu, kebijakan yang kami dorong tidak berhenti pada peningkatan luas tanam, tetapi juga memastikan produktivitas dan efisiensi meningkat,” kata Enos, Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, mekanisasi pertanian dan penguatan infrastruktur irigasi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi. 

Selain itu, dukungan terhadap harga gabah yang kompetitif dan kepastian distribusi turut mendorong semangat petani untuk terus meningkatkan hasil panen.

“Kami ingin petani merasakan langsung dampaknya. Ketika produksi naik dan harga stabil, maka kesejahteraan ikut meningkat. Di situlah ketahanan pangan bertemu dengan pertumbuhan ekonomi pedesaan,” ujarnya.

Baca juga: Bantu Korban Banjir Aceh Tengah, Pemkab Banyuasin Kirim 4 Ton Beras

Dinilai Selaras dengan Arah Kebijakan Nasional

Apresiasi terhadap capaian tersebut disampaikan Tokoh Nasional Ruri Jumar Saef, Ketua Tim Astacita Presiden RI periode 2014–2024 pada masa pemerintahan Joko Widodo.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved