Mata Lokal UMKM
Aroma dari Ulu Ogan, Kisah Kopi Ulu Ayakh yang Menembus Pasar Nasional
Kopi Ulu Ayakh kini telah tegak berdiri, membawa nama harum Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu
Penulis: Leni Juwita | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Kopi Ulu Ayakh kini telah tegak berdiri, membawa nama harum Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu
- Di tangan Darul Kutni seroang guru Desa Kelumpang, Kecamatan Ulu Ogan berhasil membawa kopi lokal tersebut ke pasar Nasional.
- Perjalanan Darul tidaklah instan. Ia memulai produksinya dengan cara tradisional, memanfaatkan kearifan lokal dengan jangkauan pasar yang hanya seputaran wilayah OKU.
SRIPOKU.COM, BATURAJA – Kopi Ulu Ayakh kini telah tegak berdiri, membawa nama harum Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) ke tiap cangkir penikmatnya di penjuru Nusantara.
Namun jauh sebelum itu, kopi asli OKU ini lebih dikenal dengan kopi yang berasal dari provinsi tetangga Lampung.
Di bawah rimbunnya perkebunan kopi seluas 22.099 hektare di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), tersimpan sebuah keresahan yang mendalam di hati Darul Kutni (44).
Sebagai putra daerah Desa Kelumpang, Kecamatan Ulu Ogan, pria yang sehari-harinya mengabdi sebagai guru olahraga di SD Negeri 128 OKU ini, merasa tak rela melihat hasil keringat petani lokal kehilangan identitasnya.
Selama bertahun-tahun, biji kopi berkualitas dari Bumi Sebimbing Sekundang seolah "raib" saat sampai di pasaran.
Namanya sering kali berganti menjadi merek dari daerah tetangga, seperti Lampung.
Padahal, OKU adalah produsen kopi terbesar kelima di Sumatera Selatan dengan produksi mencapai lebih dari 20.000 ton per tahun.
"Saya tidak ingin nama kopi asal OKU hilang begitu saja," kata Darul, Rabu (21/1/2026).
Bergerak dari kegelisahan itulah, pada tahun 2010, Darul memulai sebuah langkah kecil namun berani.
Ia memproduksi bubuk kopi sendiri yang diberi nama Kopi Ulu Ayakh.
Nama ini bukan sekadar identitas, melainkan sebuah penanda geografis, Kopi dari bagian paling hulu aliran Sungai Ogan.
Perjalanan Darul tidaklah instan. Ia memulai produksinya dengan cara tradisional, memanfaatkan kearifan lokal dengan jangkauan pasar yang hanya seputaran wilayah OKU.
Namun, cita-cita mulianya untuk mempopulerkan kopi khas daerah ini akhirnya mendapat "angin segar".
Potensi Kopi Ulu Ayakh dilirik oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lumut Balai. Melalui program kemitraan, UMKM ini mendapatkan bantuan mesin roasting, mesin giling, hingga peralatan packing yang modern.
Transformasi ini mengubah wajah Kopi Ulu Ayakh menjadi produk premium dengan kemasan menarik yang memenuhi standar pasar nasional.
| BUMDes Harapan Bunda Desa Keban Agung Kecamatan Semidang Aji Raih Omzet Rp 1,8 M |
|
|---|
| Sensasi Bakso Sumsum Pak Eko, Primadona Baru di Simpang Tiga Sekayu yang Bikin Rela Antre |
|
|---|
| Jejak Rempah Hikmah Fajar, Warisan Rasa Keluarga dari Palembang hingga Mancanegara |
|
|---|
| Dari Ampas Kedelai Jadi Cuan, Haris Ubah Kebutuhan Pakan Jadi Usaha Produktif |
|
|---|
| SUTARMI Panen Jamur Tiram 6 Kg Setiap 3 Hari Sekali, Perkilo Jamur Crispy Dijual Seharga Rp65 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Desa-Kelumpang-Kopi-Ayakh.jpg)