Berita OKI

Jalan Tulung Selapan OKI Kini Mulus, Jarak Tempuh ke Palembang Cukup 3 Jam.

Kenangan pahit masyarakat Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan terhadap kondisi jalan rusak berangsur hilang.

Penulis: Nando Davinchi | Editor: tarso romli
Handout
TINJAU PEMBANGUNAN JALAN - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru didampingi Bupati OKI Muchendi meninjau langsung lokasi pembangunan jalan dengan melakukan perjalanan darat mengendarai sepeda motor menuju Kecamatan Tulung Selapan pada Rabu (31/12/2025) siang. 

Ringkasan Berita:
  • Jalan penghubung ke Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini mulai dibangun dengan cor dan aspal.
  • Sebagian ruas jalan sudah mulus sehingga jarak tempuh ke Palembang bisa 3 jam.
  • Namun, sebelunya jalan penghubung ke Tulung Selapan ini menjadi momok menakutkan karena rusak berat, berlumpur sedalam lutut orang dewasa sehingga transportasi mobil sering nyangkut membuat barang dagangan tak berguna.

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Kenangan pahit masyarakat dari Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, saat harus berjibaku dengan lumpur sedalam lutut kini mulai sirna. Jalan penghubung ke Tulung Selapan kini mulai dibangun dengan cor dan aspal. 

Jalan poros yang selama puluhan tahun menjadi keluhan dan berkali-kali viral di media sosial itu kini berangsur mulus.

Pantauan di lapangan, akses jalan dulunya rusak parah di ruas Lebung Batang–Lebung Itam hingga Tulung Selapan kini telah dilapisi aspal dan cor beton. Transformasi ini menjadi angin segar bagi mobilitas dan ekonomi masyarakat di pesisir timur OKI.

Perubahan ini dirasakan langsung Erni, warga Tulung Selapan Ilir. Ia mengenang masa-masa sulit perjalanan menuju Kota Palembang terasa seperti perjalanan lintas pulau.

"Pernah waktu itu dari Tulung Selapan ke Palembang sampai 12 jam. Berangkat jam 07.00 WIB baru sampai rumah jam 22.000 malam," kenang Erni saat berbincang di sela kunjungan Gubernur Sumsel dan Bupati OKI pada Rabu (31/12/2025) sore.

Sebagai pedagang, kondisi jalan rusak tersebut tentunya adalah kerugian nyata.

"Sering sampai Palembang toko sudah tutup. Pulang sia-sia, rugi di ongkos, rugi di waktu," tambahnya.

Pengalaman pilu juga diceritakan Nurhaya (54), pedagang di Pasar Tulung Selapan. Ia bahkan pernah terpaksa membuang barang dagangannya karena kendaraan terjebak lumpur berhari-hari.

"Kerugiannya sudah tidak terhitung. Pernah air minum isi ulang satu tangki terpaksa dibuang karena mobil tak bisa lewat dan sudah terlalu lama terjebak," ujar Nurhaya.

Namun kini, tersenyum lega karena waktu perjalanan menjadi singkat.

 "Alhamdulillah sekarang ke Kota Palembang cukup 3 sampai 4 jam saja," ungkapnya.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru yang meninjau langsung lokasi pembangunan jalan Tulung Selapan dengan melakukan perjalanan darat (riding) bersama Bupati OKI H. Muchendi.

Ia menegaskan bahwa infrastruktur jalan adalah prioritas utama pembangunan di Sumsel.

Menurutnya, perbaikan jalan bukan tanpa alasan. Pada tahun 2025 ini  pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 66 miliar khusus untuk memperbaiki 7 titik krusial yang menghubungkan 4 kecamatan SP Padang, Pampangan, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved