Berita Banyuasin

Kasus ISPA di Banyuasin Meningkat Tajam, Cuaca Jadi Penyebab Utama

Dari data yang ada di Dinkes Banyuasin, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, menunjukan adanya peningkatan kasus. 

Penulis: Ardiansyah | Editor: Yandi Triansyah
Tribunnews.com
ILUSTRASI - Kasus ISPA di Kabupaten Banyuasin mengalami peningkatan selama dua bulan terakhir. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, menunjukan adanya peningkatan kasus di Banyuasin
  • Ada peningkatan sebanyak 1.764 kasus ISPA. Mulai dari balita, anak, remaja, dewasa dan lansia
  • Faktor cuaca, menjadi faktor yang paling sangat mempengaruhi adanya peningkatan ISPA di Kabupaten Banyuasin.

 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -  Faktor cuaca yang saat ini terjadi, ternyata membawa dampak bagi kesehatan masyarakat Banyuasin.

Dari data yang ada di Dinkes Banyuasin, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, menunjukan adanya peningkatan kasus. 

Kasus ISPA mengalami peningkatan lantaran adanya kondisi cuaca yang panas pada siang hari, namun menjelang sore hari terkadang hujan.

ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Penyakit ini bisa disebabkan oleh virus atau bakteri dan umumnya menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, dan demam. 

Baca juga: Waspada ISPA di Tengah Cuaca Tak Menentu di Palembang, Dewasa Dominasi 142 Ribu Kasus

Menurut Kabid P2P Dinkes Banyuasin Eni Diana, memang untuk kasus ISPA selama dua bulan terakhir atau sejak bulan September dan Oktober mengalami peningkatan. 

Untuk bulan September kasus ISPA sebanyak 5.488 kasus dan di bulan Oktober mengalami peningkatan menjadi 7.252 kasus.

"Ada peningkatan sebanyak 1.764 kasus ISPA.  Mulai dari balita, anak, remaja, dewasa dan lansia," jelasnya, Rabu (26/11/2025).

Peningkatan kasus ISPA ini, banyak menyerang remaja yang semula di bulan September ada 1.373 kasua menjadi 1.956 kasus atau naik menjadi 583 kasus.

Disusul  peningkatan kasus ISPA pada balita, yang pada bulan September ada 1.867 kasus menjadi 2.329 kasus, atau mengalami peningkatan sebanyak 462 kasus.

"Faktor cuaca, menjadi faktor yang paling sangat mempengaruhi adanya peningkatan ISPA di Kabupaten Banyuasin. Ini juga yang harus menjadi antisipasi bagi masyarakat," katanya.

Selain itu, lanjut Eni bila masyarakat sudah merasakan badan yang tidak enak harus segera memeriksakan diri ke puskesmas ataupun pustu di wilayah terdekat tempat tinggal. Sehingga, bisa langsung mendapatkan pengobatan dari tim medis setempat.

"Kami himbau, bila sudah ada gejala demam sebaiknya langsung ke puskesmas atau pustu. Pelayanan yang diberikan semuanya gratis tanpa ada biaya," pungkasnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved