Ramadan 2026
Bacaan Shalawat Shohibun Nasab dan Keutamaan Bershalawat di Bulan Ramadan
Ramadan menjadi momen tepat memperindah lisan dengan zikir dan shalawat shohibun nasab untuk memperkuat hubungan spiritual kepada Allah dan Rasulullah
Penulis: Novry Anggraini | Editor: Novry Anggraini Rizki Utami
Ringkasan Berita:
- Shalawat Shohibun Nasab adalah bentuk pujian kepada Nabi Muhammad SAW dengan menegaskan kemuliaan nasab beliau.
- Membaca shalawat di bulan Ramadan memiliki keutamaan karena pahala amal dilipatgandakan.
- Memperbanyak shalawat dapat membawa ketenangan hati, memperkuat iman, dan menambah keberkahan hidup.
SRIPOKU.COM - Bacaan Shalawat Shohibun Nasab dan keutamaannya di bulan Ramadan menjadi amalan yang banyak dicari umat Islam saat memasuki bulan suci.
Ramadan dikenal sebagai momen terbaik untuk memperbanyak ibadah, termasuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain berpahala besar, shalawat di bulan penuh berkah diyakini membawa ketenangan hati dan memperkuat iman.
Baca juga: Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-9 Ramadan: Pahalanya Setara Ibadah Para Nabi
Shalawat Shohibun Nasab merupakan bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan menyebut salah satu keistimewaan beliau, yaitu nasab yang suci dan terhormat.
Secara bahasa, shohibun nasab berarti "pemilik nasab" atau "yang memiliki garis keturunan mulia."
Dalam konteks shalawat ini, maknanya merujuk pada kemuliaan silsilah Nabi Muhammad SAW yang berasal dari keturunan terbaik.
Shalawat ini umum dibaca sebagai bagian dari zikir harian maupun dalam rangkaian shalawat, seperti pada pembacaan Shalawat Busyro di berbagai majelis taklim.
Bacaan Shalawat Shohibun Nasab:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَاحِبِ النَّسَبِ الشَّرِيفِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammadin sohibil nasabi syarifi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallim
Arti: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, pemilik nasab (keturunan) yang mulia, juga kepada keluarga dan sahabatnya."
Baca juga: Apa Saja Syarat Wajib Puasa Ramadan? Simak Penjelasan Lengkapnya agar Ibadah Sah
- Keutamaan Bershalawat di Bulan Ramadan
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi, umat Islam pun diperintahkan untuk bershalawat kepadanya.
Di bulan Ramadan, pahala setiap amal kebaikan dilipatgandakan.
Memperbanyak shalawat tidak hanya menjadi bukti cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi juga jalan meraih keberkahan, ampunan, dan ketenangan jiwa.
Dengan membiasakan membaca shalawat, diharapkan hati menjadi lebih lembut, iman semakin kuat, serta akhlak semakin baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dapatkan berita penting dan informasi menarik lainnya dengan mengklik Google News.
| Sehari Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kue Rp 5 Ribu Jadi Primadona di Pasar 10 Ulu Palembang |
|
|---|
| 4 Jenis Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan, Pertanda Doa Diijabah dan Dosa Digugurkan oleh Allah Swt |
|
|---|
| Keutamaan Salat Tarawih Malam Ke-29: Meraih Pahala Setara Seribu Haji Mabrur |
|
|---|
| Ramadan Segera Berakhir: Momen Terakhir Memaksimalkan Ibadah dan Introspeksi Diri |
|
|---|
| Keutamaan Salat Tarawih Malam Ke-28: Mengangkat Derajat di Surga yang Tertinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Bacaan-Shalawat-Shohibun-Nasab-dan-keutamaan-bershalawat-di-bulan-ramadan.jpg)