Ramadan 2026

Apa Saja Syarat Wajib Puasa Ramadan? Simak Penjelasan Lengkapnya agar Ibadah Sah

Memahami syarat wajib puasa Ramadan sangat penting agar setiap Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan benar.

Tayang:
Penulis: Novry Anggraini | Editor: Novry Anggraini Rizki Utami
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI penjelasan syarat wajib puasa Ramadan 

Ringkasan Berita:
  • Puasa Ramadan wajib bagi Muslim yang telah baligh, berakal sehat, dan mampu secara fisik.
  • Musafir, orang sakit, lansia renta, serta perempuan haid atau nifas tidak diwajibkan berpuasa, namun sebagian tetap harus mengganti di hari lain.
  • Memahami syarat wajib puasa membantu umat Islam menjalankan ibadah Ramadan sesuai ketentuan syariat.

 

SRIPOKU.COM - Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu.

Puasa Ramadan adalah salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan istimewa.

Karena itu, penting untuk memahami apa saja syarat wajib puasa Ramadan agar ibadah yang dijalankan sesuai dengan ketentuan syariat.

Baca juga: Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan: Ampunan Dosa hingga Pahala Salat Semalam Penuh

Ibadah ini diwajibkan bagi umat Islam selama satu bulan penuh, namun hanya bagi mereka yang memenuhi syarat wajib puasa.

Namun tidak semua orang otomatis terkena kewajiban berpuasa.

Berikut penjelasan syarat wajib puasa Ramadan selengkapnya.

Syarat wajib puasa Ramadan

1. Beragama Islam

Puasa Ramadan hanya diwajibkan bagi orang yang beragama Islam. Kewajiban ini merupakan bagian dari syariat yang ditetapkan bagi kaum Muslimin.

2. Baligh (Sudah Dewasa)

Seseorang yang telah baligh atau mencapai usia dewasa wajib melaksanakan puasa. Anak-anak yang belum baligh tidak diwajibkan, tetapi dianjurkan untuk belajar berpuasa sebagai bentuk latihan.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh Beserta Arti, Nawaitu Shauma Jamii Syahri Ramadhani

3. Berakal Sehat

Orang yang tidak memiliki akal sehat, seperti mengalami gangguan jiwa berat, tidak dibebani kewajiban puasa.

4. Mampu (Tidak Dalam Kondisi Berat)

Orang yang secara fisik tidak mampu, seperti sakit parah atau lansia renta, tidak diwajibkan berpuasa. Jika sakitnya sementara, boleh mengganti (qadha) di hari lain. Jika sakitnya permanen atau sangat tua, dapat membayar fidyah.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved