Ramadan 2026

4 Jenis Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan, Pertanda Doa Diijabah dan Dosa Digugurkan oleh Allah Swt

Pesan Syekh Ali Jaber: 4 Jenis Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan Ini Jadi Tanda Doa Diijabah Allah SWT

Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI - Pesan Syekh Ali Jaber: 4 Jenis Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan Ini Jadi Tanda Doa Diijabah Allah SWT 

Ringkasan Berita:
  • Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, banyak orang mulai merasakan kondisi fisik menurun seperti lelah, batuk, demam, atau sakit kepala
  • Menurut nasihat Syekh Ali Jaber, rasa sakit di penghujung Ramadan justru menjadi ladang penggugur dosa dan doa lebih mudah diijabah jika dijalani dengan sabar
  • Karena itu, kelemahan fisik sebaiknya dipandang sebagai cara Allah mendekatkan hamba-Nya pada doa, istighfar, dan rahmat-Nya di malam-malam ganjil yang penuh keberkahan

SRIPOKU.COM - Memasuki fase sepuluh malam terakhir Ramadan, banyak dari kita yang justru mulai merasakan kondisi fisik yang menurun. 

Tubuh yang semula bugar di awal bulan suci, kini mulai diuji dengan berbagai keluhan kesehatan.

Mungkin Anda merasakannya saat ini; badan mulai terasa lelah yang luar biasa, tenggorokan mulai perih, batuk yang tak kunjung reda, atau demam ringan yang membuat aktivitas ibadah terasa lebih berat. Namun, di balik rasa sakit itu, tersimpan rahasia langit yang sangat menyentuh.

Baca juga: Naskah Khutbah Idul Fitri 1447 H: Mempertahankan Cahaya Ramadan dalam Kehidupan

Mendiang Syekh Ali Jaber dalam salah satu dakwahnya pernah memberikan nasihat yang sangat menenangkan bagi kaum muslimin yang diuji dengan sakit di penghujung Ramadan.

"Beruntunglah bagi orang-orang yang sakit di Bulan Ramadan, apalagi di minggu terakhir. Itu tandanya doamu akan diijabah, dan semua dosa gugur. Sungguh Allah bersama orang-orang yang sakit," ujar Syekh Ali Jaber dalam pesan dakwahnya.

Setidaknya ada 4 jenis keluhan kesehatan yang sering muncul di 10 hari terakhir Ramadan dan menjadi ladang penggugur dosa jika kita bersabar:

1. Radang Tenggorokan dan Batuk

Akibat perubahan pola makan dan cuaca, tenggorokan seringkali terasa sakit. Dalam Islam, setiap rasa sakit yang menusuk, bahkan hingga duri yang mengenai kulit pun, menjadi perantara Allah menghapuskan kesalahan hamba-Nya.

2. Kelelahan Luar Biasa (Lemas)

Rasa lelah karena bangun malam untuk Tahajud dan Iktikaf adalah lelah yang dicintai Allah. Saat fisik melemah, di situlah letak kerendahhatian seorang hamba di hadapan Sang Khalik.

3. Demam dan Meriang

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa demam dapat menghapuskan dosa sebagaimana api menghilangkan karat pada besi. Di saat suhu tubuh meningkat, seringkali doa-doa yang dipanjatkan dari hati yang pasrah menjadi lebih mustajab.

4. Sakit Kepala atau Pening

Tekanan ibadah yang meningkat dan kurang tidur di malam-malam Lailatul Qadar terkadang memicu sakit kepala. Namun, keteguhan hati untuk tetap berzikir dalam kondisi ini adalah bentuk cinta sejati hamba kepada Rabb-nya.

Dengan penjelasan diatas memingatkan kita bahwa mungkin rasa sakit yang kita rasakan saat ini bukan sekadar gangguan fisik, melainkan cara Allah SWT untuk memfokuskan kita pada doa dan istighfar. Di saat fisik lemah, biasanya hati menjadi lebih lembut dan tulus dalam memohon.

Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi: "Aku berada di sisi orang-orang yang hatinya hancur karena Aku." Dan bagi mereka yang sakit, Allah hadir begitu dekat.

Tetaplah berdoa, perbanyak istighfar, dan teruslah berharap pada rahmat-Nya di malam-malam ganjil yang tersisa. Jangan biarkan rasa sakit menghalangi kita untuk meraih ampunan di garis finis Ramadan ini.***

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved