Ramadan 2026

Keutamaan Salat Tarawih Malam Ke-28: Mengangkat Derajat di Surga yang Tertinggi

Ini keutamaan salat tarawih malam ke-28 Ramadan: Mengangkat Derajat di Surga yang Tertinggi.

Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI SALAT TARAWIH - Simak keutamaan salat tarawih malam ke-28 Ramadan: Mengangkat Derajat di Surga yang Tertinggi. 

Ringkasan Berita:
  • Salat tarawih di malam ke-28 menjadi ujian keistikamahan bagi hamba yang tetap teguh beribadah di tengah godaan persiapan duniawi menjelang Idulfitri
  • Keutamaannya sangat besar, yaitu diangkat seribu derajat di surga, sebagai bentuk penghargaan atas ketekunan di penghujung Ramadan
  • Untuk meraih pahala tersebut, dianjurkan memperbanyak zikir, doa ampunan, sedekah penutup, dan menjaga kualitas salat dengan penuh kekhusyukan

SRIPOKU.COM - Mendekati penghujung bulan suci, semangat beribadah seorang mukmin diuji bukan oleh rasa lelah, melainkan oleh sejauh mana kerinduannya terhadap rida Allah SWT.

Salat tarawih di malam ke-28 bukan lagi sekadar rutinitas ibadah, melainkan langkah-langkah kaki yang semakin dekat menuju garis finis kemenangan.

Di saat banyak orang mulai sibuk dengan persiapan duniawi menjelang Idulfitri, mereka yang tetap istikamah di dalam saf-saf masjid adalah hamba pilihan yang sedang menjemput janji-janji langit.

Baca juga: Doa Puasa Ramadan Hari Ke-27 : Harapan Meraih Lailatul Qadar

Pahala Salat Tarawih Malam Ke-28

Berdasarkan kitab Durratun Nasihin yang sering menjadi rujukan mengenai fadhilah (keutamaan) ibadah di bulan Ramadan, keutamaan salat tarawih pada malam ke-28 disebutkan sebagai berikut:

"Pada malam ke-28, Allah SWT mengangkat seribu derajat baginya di dalam surga."

Janji ini menunjukkan betapa besarnya apresiasi Allah terhadap hamba-Nya yang tidak menyerah di hari-hari terakhir Ramadan.

Mengangkat "seribu derajat" merupakan kiasan bagi kemuliaan yang luar biasa, posisi yang semakin dekat dengan Arsy Allah, serta kenikmatan yang tak terbayangkan di akhirat kelak.

Hikmah dan Makna Spiritual

Mengapa pahala di malam-malam akhir seperti malam ke-28 begitu besar? Ada beberapa alasan spiritual yang bisa kita renungkan:

1. Ujian Keistikamahan (Istiqomah)

Memulai Ramadan dengan semangat adalah hal biasa, namun mengakhiri Ramadan dengan kualitas ibadah yang sama—atau bahkan lebih baik—adalah hal yang luar biasa. Malam ke-28 adalah fase di mana tubuh mulai letih, namun iman harus tetap teguh.

2. Kesempatan Terakhir Menjemput Lailatul Qadar

Malam ke-28 berada di dalam rangkaian sepuluh malam terakhir. Meskipun jatuh pada bilangan genap, semangat beribadah tidak boleh kendor karena Lailatul Qadar adalah rahasia Allah yang bisa turun kapan saja di malam-malam akhir Ramadan.

3. Menyempurnakan Kekurangan

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved