Perangkat Pembelajaran

Contoh Soal PR Informatika Kelas 7 SMP Semester 1 Materi Berpikir Komputasional, Kurikulum Merdeka

Ini contoh soal PR kreatif materi Berpikir Komputasional kelas 7 SMP ini, lengkap dengan kunci jawaban untuk melatih logika dan algoritma berpikir.

Tayang:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi AI
ILUSTRASI PERANGKAT PEMBELAJARAN - Belajar Informatika di Kurikulum Merdeka tidak melulu harus langsung berhadapan dengan komputer atau mengetik kode pemrograman yang rumit. Simak contoh soal PR kreatif materi 'Berpikir Komputasional' untuk kelas 7 SMP ini, lengkap dengan kunci jawaban untuk melatih logika dan algoritma berpikir anak! 

Pertanyaan: Apa nama aktivitas rumah yang kamu pilih? Sebutkan apa saja alat/bahan yang kamu butuhkan, serta pecahlah aktivitas besar tersebut menjadi minimal 3 bagian pekerjaan yang lebih kecil!

  • Kunci Jawaban/Kriteria Penilaian: Menilai kemampuan siswa mengurai masalah besar.
  • Indikator Skor:
  1. Skor 20: Jika siswa menyebutkan aktivitas, alat, dan berhasil memecah tugas menjadi bagian-bagian kecil yang logis.
  2. Skor 10: Jika pecahan tugas tidak berurutan atau terlalu umum.
  • Contoh Jawaban Ideal: "Aktivitas: Membuat susu cokelat hangat. Alat/Bahan: Segelas air hangat, 2 sendok bubuk susu, sendok, dan gelas. Pecahan tugas kecil: 1) Menyiapkan air hangat di gelas, 2) Memasukkan bubuk susu, 3) Mengaduk hingga larut."
  • Esensi Pembelajaran: Siswa mempraktikkan pilar Dekomposisi, yaitu kemampuan memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dikerjakan.

Soal 2 (Skor Maksimal: 20) - Pilar 2: Pengenalan Pola (Pattern Recognition)

Pertanyaan: Apakah kamu selalu melakukan aktivitas tersebut dengan cara dan urutan yang sama setiap hari? Jika polanya berubah (misalnya: airnya terlalu dingin atau bubuk susunya habis), apa yang biasanya kamu lakukan secara spontan?

  • Kriteria Penilaian: Menilai kepekaan siswa terhadap keteraturan (pola) dan penanganan masalah saat pola berubah.
  • Indikator Skor:
  1. Skor 20: Jika siswa mampu mengidentifikasi rutinitasnya dan memberikan solusi logis saat terjadi gangguan pola.
  • Contoh Jawaban Ideal: "Ya, polanya selalu sama. Jika suatu hari air di dispenser tidak panas, pola saya berubah yaitu saya harus memasak air terlebih dahulu menggunakan teko di kompor."
  • Esensi Pembelajaran: Siswa menerapkan pilar Pengenalan Pola untuk mencari kesamaan atau kebiasaan guna menyelesaikan masalah secara lebih cepat.

Soal 3 (Skor Maksimal: 20) - Pilar 3: Abstraksi (Menghilangkan Hal Tidak Penting)

Pertanyaan: Saat kamu fokus melakukan aktivitas pilihanmu tadi, sebutkan hal-hal di sekitarmu yang tidak penting dan harus kamu abaikan agar tugasmu cepat selesai tanpa terganggu!

  • Kriteria Penilaian: Menilai kemampuan memilah informasi penting dan tidak penting.
  • Indikator Skor:
  1. Skor 20: Jika siswa mampu merinci hal-hal pengalih perhatian yang harus diabaikan demi efisiensi kerja.
  • Contoh Jawaban Ideal: "Saat membuat susu, hal tidak penting yang harus saya abaikan adalah suara televisi yang menyala, mainan kucing di lantai, dan notifikasi pesan di HP. Saya harus fokus pada gelas dan air panas agar airnya tidak tumpah."
  • Esensi Pembelajaran: Siswa memahami pilar Abstraksi, yaitu memfokuskan diri hanya pada informasi yang relevan dan mengeliminasi gangguan yang tidak penting (mirip penyaringan data pada komputer).

Soal 4 (Skor Maksimal: 20) - Pilar 4: Algoritma (Langkah Berurutan)

Pertanyaan: Tuliskan langkah-langkah pengerjaan aktivitas tersebut dari awal sampai akhir dalam bentuk poin nomor (1, 2, 3, dst). Pastikan urutannya logis dan tidak boleh ada langkah yang tertukar!

  • Kriteria Penilaian: Menilai kemampuan menyusun instruksi yang runtut (step-by-step).
  • Indikator Skor:
  1. Skor 20: Jika langkah disusun secara kronologis, detail, dan tidak acak.
  2. Contoh Jawaban Ideal:
  3. Ambil gelas kosong dan letakkan di meja.
  4. Tuangkan air hangat ke dalam gelas sebanyak setengah bagian.
  5. Masukkan 2 sendok makan bubuk susu cokelat ke dalam gelas tersebut.
  6. Aduk menggunakan sendok secara perlahan sampai warnanya merata dan tidak ada gumpalan.
  7. Susu hangat siap dihidangkan.
  • Esensi Pembelajaran: Siswa mempraktikkan pilar Algoritma, yaitu menyusun instruksi bertahap yang sangat jelas agar bisa diikuti oleh orang lain (atau dieksekusi oleh mesin komputer).

Soal 5 (Skor Maksimal: 20) - Materi: Dampak Kesalahan Logika (Bug)

Pertanyaan: Apa yang akan terjadi jika langkah nomor 3 tertukar ke langkah nomor 1 (kamu memasukkan bubuk susu sebelum menyiapkan gelas)? Disebut apakah kesalahan urutan logika ini dalam dunia komputer?

  • Kriteria Penilaian: Menilai pemahaman dampak kegagalan algoritma.
  • Indikator Skor:
  1. Skor 20: Jika siswa tahu akibat fatal dari urutan yang salah dan mampu menyebutkan istilah IT-nya dengan benar.
  • Contoh Jawaban Ideal: "Bubuk susu akan tumpah berantakan di atas meja karena gelasnya belum disiapkan. Dalam dunia komputer, kesalahan urutan atau logika berpikir ini dinamakan Bug (error)."

Ketika siswa mengumpulkan tugas PR logika ini, guru dapat menyelenggarakan permainan interaktif bertajuk "Menjadi Robot Pembaca Kode".

Pilihlah salah satu lembar PR siswa secara acak. Guru berperan sebagai "Robot" yang kaku, dan siswa yang terpilih harus membacakan langkah algoritma (jawaban nomor 4) miliknya kata demi kata.

Guru sebagai robot hanya akan bergerak persis sesuai kalimat yang ditulis siswa. Jika instruksi siswa kurang detail (misal: hanya menulis "masukkan susu", tanpa menulis "ke dalam gelas"), robot akan memasukkan susu ke lantai.

Melalui simulasi menyenangkan ini, seluruh siswa di kelas akan tertawa sekaligus langsung paham mengapa dalam Informatika, menuliskan langkah dan instruksi logika (algoritma) harus sangat detail, runtut, dan bebas dari kesalahan (bug).***

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved