Perangkat Pembelajaran

Contoh Modul Ajar Berdiferensiasi Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Fase C Kurikulum Merdeka

Simak panduan Modul Ajar Berdiferensiasi 2026 Bahasa Indonesia kelas 5 SD Fase C. Lengkap teknik kelompokkan siswa sesuai kesiapan belajarnya.

Tayang:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi AI
ILUSTRASI MODUL AJAR - Bikin kelas Bahasa Indonesia makin hidup! Cek draf Modul Ajar Berdiferensiasi Fase C: kreatif, inklusif, dan efektif. Solusi mengajar modern 2026! 

Ringkasan Berita:
  • Modul Ajar Berdiferensiasi Bahasa Indonesia Fase C membantu guru menghadapi keberagaman kemampuan literasi siswa dengan pendekatan yang lebih personal
  • Materi unsur intrinsik cerpen disajikan melalui format visual, auditori, dan kinestetik agar setiap gaya belajar terakomodasi
  • Dengan pemetaan kebutuhan belajar yang tepat, proses analisis cerita menjadi lebih inklusif, menyenangkan, dan berpusat pada potensi individu

SRIPOKU.COM - Menghadapi keberagaman kemampuan literasi siswa di jenjang sekolah dasar memerlukan strategi pembelajaran yang lebih personal dan tidak lagi seragam.

Melalui Modul Ajar Berdiferensiasi ini, guru diajak untuk menyajikan materi Bahasa Indonesia dengan cara yang lebih fleksibel, baik melalui pendekatan visual, auditori, maupun kinestetik.

Dengan memetakan kebutuhan belajar siswa secara tepat, proses memahami unsur intrinsik cerita kini menjadi pengalaman yang lebih inklusif, menyenangkan, dan berpusat pada potensi setiap individu.

Baca juga: Contoh Modul Ajar Berdiferensiasi: Solusi Guru Kelola Siswa dengan Kemampuan Beragam di Kelas

Modul Ajar Bahasa Indonesia: Fase C (Kelas 5)

Informasi Umum

  • Materi Utama: Unsur Intrinsik Cerita Pendek (Cerpen)
  • Alokasi Waktu: 3 x 35 Menit (1 Pertemuan)
  • Target Peserta Didik: Reguler (dengan pemetaan gaya belajar)
  • Profil Pelajar Pancasila: Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif.

1. Tujuan Pembelajaran

  • Siswa dapat mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, watak, latar, dan amanat) dalam teks narasi.
  • Siswa mampu menyajikan analisis unsur intrinsik melalui media yang sesuai dengan minat dan gaya belajarnya.

2. Langkah-Langkah Pembelajaran

A. Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  • Apersepsi: Guru menceritakan sebuah legenda singkat secara lisan (misal: Legenda Kemaro).
  • Pertanyaan Pemantik: "Siapa pahlawan dalam cerita tadi? Di mana kejadiannya? Apa pesan yang bisa kita ambil?"
  • Motivasi: Menyampaikan bahwa setiap orang punya cara berbeda dalam memahami cerita, dan hari ini semua cara itu akan dihargai.

B. Kegiatan Inti (70 Menit)

1. Diferensiasi Konten (Input Materi)

Guru menyediakan satu cerita yang sama namun dalam format yang berbeda:

  • Visual: Teks cerpen yang dilengkapi dengan ilustrasi gambar menarik.
  • Auditori: Rekaman audio (podcast) guru yang sedang membacakan cerpen tersebut.
  • Kinestetik: Potongan-potongan paragraf cerita yang ditempel di beberapa sudut kelas (siswa harus berjalan untuk membaca cerita secara utuh).

2. Diferensiasi Proses (Cara Mengolah)

Siswa bekerja dalam kelompok berdasarkan tingkat kesiapan belajar:

  • Kelompok Perlu Bimbingan: Mengidentifikasi tokoh dan latar dengan bantuan lembar kerja panduan (clue).
  • Kelompok Cakap: Mengidentifikasi seluruh unsur intrinsik dan mulai mendiskusikan watak tokoh.
  • Kelompok Mahir: Menganalisis hubungan antar unsur (misal: bagaimana latar tempat memengaruhi sifat tokoh).

3. Diferensiasi Produk (Hasil Karya)

Siswa memilih satu cara untuk mempresentasikan analisis unsur intrinsiknya:

  • Produk Visual: Membuat poster atau komik strip tentang unsur intrinsik cerita.
  • Produk Auditori: Membuat rekaman suara atau presentasi langsung seolah-olah menjadi kritikus sastra.
  • Produk Kinestetik/Tulis: Membuat papan mading mini atau menyusun kartu-kartu unsur cerita di meja besar.

C. Kegiatan Penutup (20 Menit)

  • Galeri Belajar: Siswa saling melihat hasil karya temannya (Window Shopping).
  • Refleksi: Guru bertanya, "Bagian mana yang paling mudah dipahami saat kalian menggunakan media pilihan tadi?"
  • Umpan Balik: Guru memberikan penguatan terhadap konsep unsur intrinsik yang telah dipelajari.
Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved