Perangkat Pembelajaran

Contoh Pembelajaran STEM Dalam Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja

Ini contoh pembelajaran STEM dalam Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) Kurikulum Merdeka 2025.

Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi/AI/Ilustrasi AI
ILUSTRASI PERANGKAT PEMBELAJARAN : Contoh Pembelajaran STEM Dalam Ekstrakurikuler KIR.(Ilustrasi AI) 

Ringkasan Berita:
  • Pembelajaran STEM dalam ekstrakurikuler KIR Kurikulum Merdeka 2025 bertujuan memperkuat minat dan bakat murid melalui praktik saintifik dan enjinering.
  • Murid dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta berinovasi agar terbiasa menjadi pencipta teknologi.
  • Aktivitas mencakup merumuskan masalah, mengembangkan dan menguji produk, lalu mengomunikasikan hasil dalam laporan karya ilmiah atau pengabdian masyarakat.

SRIPOKU.COM - Berikut ini disajikan contoh pembelajaran STEM dalam Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) STEM Kurikulum Merdeka 2025.

Pembelajaran STEM dalam kegiatan Ekstrakurikuler merupakan langkah strategis untuk memperluas dan menguatkan minat dan bakat berdasarkan potensi dan kebutuhan murid.

Melalui kegiatan Ekstrakurikuler, STEM diharapkan dapat melatih murid untuk mengembangkan kepribadian, kemandirian dan kerja sama.

Baca juga: Model Pembelajaran STEM Terbaru 2025/2026: Apa yang Berubah dan Kenapa Penting?

Murid dilatih bukan hanya untuk memecahkan masalah secara kritis, kreatif, kolaboratif.

Tetapi juga mampu berinovasi, sehingga di masa mendatang murid terbiasa menjadi pencipta bukan hanya sekedar penikmat teknologi.

Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR)

Kaitan dengan STEM yakni praktik saintifik dan enjinering digunakan sepanjang proses murid menghasilkan sebuah karya ilmiah dimulai dari merencanakan dan melakukan penelitian untuk memecahkan masalah hingga menghasilkan, menguji dan memperbaiki produk.

Urutan aktivitas:

- Murid merumuskan masalah dari permasalahan/potensi di lingkungan berdasarkan minatnya.

- Murid menyusun rencana pemecahan masalah/rencana pengembangan potensi.

- Murid mengembangkan produk.

- Murid menguji dan memperbaiki produk.

- Murid mengomunikasi-kan hasil dalam bentuk laporan karya ilmiah atau melakukan pengabdian pada masyarakat terkait hasil yang telah diperoleh.

Bentuk penilaian yakni observasi aktivitas dan rubrik laporan karya ilmiah.

 

Dapatkan konten Perangkat Pembelajaran Deep Learning dan Kurikulum Merdeka 2025 dengan klik Di Sini.

Dapatkan juga berita penting dan informasi menarik lainnya dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved