Modul Ajar

Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 2 SD: Membuat Karya Seni yang Berdampak

Unduh Modul Ajar Seni Rupa Fase A: Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 2 SD topik Membuat Karya Seni yang Berdampak.

Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi AI
ILUSTRASI MODUL AJAR : Unduh Modul Ajar Seni Rupa Fase A: Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 2 SD topik Membuat Karya Seni yang Berdampak.(Ilustrasi AI) 

Ringkasan Berita:
  • Materi ini mengajarkan siswa bahwa seni rupa berfungsi sebagai alat komunikasi visual untuk menyampaikan pesan positif kepada orang lain.
  • Siswa dilatih peka terhadap isu lingkungan sekitar dan menuangkannya menjadi karya sederhana, seperti poster, yang bersifat mengajak.
  • Melalui pendekatan ini, siswa mengembangkan empati sosial dan kreativitas untuk menciptakan dampak nyata bagi lingkungannya.

SRIPOKU.COM - Dapatkan referensi terbaik Modul Ajar Seni Rupa Fase A yang disusun sebagai Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 2 SD.

Modul ini memandu siswa mengembangkan empati sosial melalui aktivitas Membuat Karya Seni yang Berdampak positif bagi lingkungan.

Baca juga: Download Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 2 SD Menanggapi Karya Seni

Mengubah Imajinasi Menjadi Aksi: Penjelasan Modul Ajar Bab 6

Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, pendidikan seni rupa di sekolah dasar tidak lagi sekadar tentang aktivitas "menggambar bebas" atau mewarnai agar rapi.

Lebih dari itu, seni dipandang sebagai bahasa universal yang mampu menyampaikan gagasan dan mempengaruhi lingkungan.

Filosofi inilah yang menjadi pondasi utama dalam Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 2 SD khususnya pada materi Bab 6: Membuat Karya Seni yang Berdampak.

Sebagai bagian vital dari perangkat ajar untuk Modul Ajar Seni Rupa Fase A, modul ini dirancang dengan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam).

Artinya, siswa tidak hanya diajarkan teknik visual (seperti menggambar bentuk atau mewarnai), tetapi diajak menyelami proses berpikir kritis dan emosional sebelum tangan mereka mulai bekerja.

Materi ini menjembatani kesenjangan antara "karya seni sebagai pajangan" dan "karya seni sebagai pesan sosial".

Dalam Bab 6 ini, siswa diajak untuk menjadi pengamat lingkungan yang jeli.

Proses pembelajaran dimulai dengan diskusi interaktif untuk mengidentifikasi isu-isu sosial sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka, seperti pentingnya menjaga kebersihan kelas, budaya antri di kantin, atau ajakan untuk saling berbagi mainan.

Di sinilah letak kekuatan Deep Learning: siswa dilatih untuk memiliki empati dan kepekaan terhadap masalah di sekitarnya.

Setelah memahami isu, siswa dibimbing untuk menerjemahkan "pesan kebaikan" tersebut ke dalam bentuk visual.

Mereka belajar bagaimana simbol, ekspresi wajah pada gambar, dan pemilihan warna dapat memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

Output dari kegiatan ini biasanya berupa poster mini atau media komunikasi visual sederhana lainnya yang memiliki fungsi persuasif (mengajak).

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved