Modul Ajar

CONTOH Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 12 SMA, Unit 3 Hortatory Exposition: Netiquette

Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Unit 3 Hortatory Exposition: Netiquette

Ilustrasi
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS - Ilustrasi. CONTOH Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 12 SMA, Unit 3 Hortatory Exposition Netiquette 

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING)
PERTEMUAN 1: 
MEMAHAMI STRUKTUR DAN CIRI KEBAHASAAN
Eksplorasi Konsep (Memahami):
Guru membagikan contoh teks hortatory exposition tentang netiquette (dapat diambil dari buku BS 12 atau sumber lain yang relevan).
Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk membaca dan mengidentifikasi fungsi sosial dan struktur umum teks (Thesis, Arguments, Recommendation).
Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan teks dengan tingkat kesulitan membaca yang berbeda atau menyediakan scaffolding berupa graphic organizer untuk membantu mengidentifikasi struktur.
Diferensiasi Proses: Kelompok dengan pemahaman membaca yang lebih cepat dapat diberikan teks yang lebih kompleks atau diminta untuk mengidentifikasi lebih banyak ciri kebahasaan.
Penemuan Ciri Kebahasaan (Mengaplikasi):
Peserta didik menganalisis teks untuk menemukan ciri kebahasaan (modals, action verbs, thinking verbs, technical terms, conjunctive relations) yang digunakan dalam hortatory exposition. Guru membimbing diskusi.
Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat menyajikan temuan mereka dalam bentuk peta pikiran, daftar, atau poster mini.
Latihan Singkat: Latihan mengidentifikasi jenis-jenis kalimat atau kata kerja dalam paragraf singkat.

PERTEMUAN 2: 
MENGEMBANGKAN IDE DAN MENYUSUN KERANGKA
Brainstorming Ide (Mengaplikasi):
Guru memicu diskusi tentang berbagai isu netiquette (misalnya, cyberbullying, penyebaran hoaks, menjaga privasi). Peserta didik memilih satu isu yang menarik bagi mereka.
Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat memilih topik secara mandiri, berpasangan, atau dalam kelompok kecil. Guru menyediakan daftar topik untuk membantu yang kesulitan.
Penyusunan Kerangka (Mengaplikasi):
Dalam kelompok, peserta didik mengembangkan ide-ide utama (thesis) dan argumen pendukung (arguments) untuk isu yang mereka pilih. Mereka juga merumuskan rekomendasi.
Guru memberikan contoh kerangka atau template untuk membantu peserta didik menyusun ide mereka.
Diferensiasi Produk: Beberapa kelompok mungkin memilih untuk membuat kerangka secara digital (misal menggunakan Google Docs), sementara yang lain mungkin lebih nyaman dengan tulisan tangan.
Diskusi dan Umpan Balik Awal: Setiap kelompok mempresentasikan kerangka awal mereka untuk mendapatkan umpan balik dari kelompok lain dan guru.

PERTEMUAN 3: 
MENULIS DAN MEREVISI DRAF
Menulis Draf (Mengaplikasi):
Berdasarkan kerangka yang telah disetujui, peserta didik mulai menulis draf teks hortatory exposition mereka secara individu.
Guru berkeliling, memberikan bimbingan individual, dan memastikan penggunaan ciri kebahasaan yang tepat.
Diferensiasi Proses: Guru dapat menyediakan sentence starters atau frasa kunci bagi peserta didik yang membutuhkan dukungan dalam memulai menulis.
Peer-Editing (Merefleksi):
Peserta didik bertukar draf tulisan dengan teman sebaya. Dengan menggunakan rubrik peer-editing yang telah disediakan guru, mereka saling memberikan umpan balik konstruktif mengenai struktur, isi, kebahasaan, dan kelancaran.
Diferensiasi Produk: Guru dapat memberikan checklist yang berbeda untuk peer-editing bagi peserta didik dengan level yang berbeda.
Revisi Draf: Peserta didik merevisi draf mereka berdasarkan umpan balik dari teman dan guru.

PERTEMUAN 4: 
PRESENTASI DAN REFLEKSI
Presentasi (Mengaplikasi):
Peserta didik mempresentasikan teks hortatory exposition mereka di depan kelas. Guru mendorong mereka untuk menyampaikan argumen secara persuasif.
Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat memilih format presentasi (misalnya, lisan saja, dengan slide sederhana, atau video singkat) sesuai dengan kenyamanan dan kreativitas mereka.
Diskusi dan Tanya Jawab: Setelah presentasi, diadakan sesi tanya jawab dan diskusi untuk memperdalam pemahaman dan memberikan umpan balik.
Refleksi Lisan/Tulisan (Merefleksi): Guru meminta peserta didik untuk merangkum pembelajaran mereka dan bagaimana mereka akan menerapkan netiquette dalam kehidupan sehari-hari.

KEGIATAN PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING)
Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh tentang keseluruhan proses pembelajaran, menyoroti kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan, baik secara individu maupun kelompok. Guru mengapresiasi setiap usaha dan kemajuan yang dicapai.
Penyimpulan (Meaningful Learning): Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali poin-poin penting mengenai teks hortatory exposition dan pentingnya netiquette.
Refleksi Diri: Peserta didik menuliskan journal entry singkat tentang apa yang paling berkesan dari pembelajaran unit ini dan bagaimana mereka akan menerapkan nilai-nilai netiquette dalam interaksi daring mereka di masa depan.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan tugas mandiri untuk membaca teks lain yang relevan atau mencari contoh hortatory exposition di internet. Guru juga menginformasikan materi untuk unit berikutnya.
Doa dan Penutup.

G.    ASESMEN PEMBELAJARAN
A.     ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
Format: Pertanyaan lisan singkat, polling di Mentimeter/Google Forms, atau pre-test daring sederhana.
Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang etika digital dan pengalaman mereka dengan teks eksposisi.
Contoh Pertanyaan:
"Apa yang Anda pahami tentang 'netiquette'?"
"Menurut Anda, mengapa penting untuk memiliki etika saat berinteraksi online?"
"Pernahkah Anda membaca teks yang mencoba meyakinkan pembaca tentang sesuatu?"

B.     ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
Format: Observasi partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompok, penilaian lembar kerja (analisis teks, kerangka), penilaian peer-editing, quiz singkat (Kahoot/Quizizz) tentang ciri kebahasaan atau struktur teks.
Tujuan: Memantau kemajuan belajar peserta didik, memberikan umpan balik segera, dan mengidentifikasi kesulitan yang dialami.
Contoh Pertanyaan/Tugas:
Observasi: Ceklis observasi untuk menilai kemampuan berkolaborasi, berargumen, dan menggunakan bahasa Inggris dalam diskusi.
Lembar Kerja: "Identifikasikan thesis, argumen, dan rekomendasi dari teks ini." atau "Tuliskan 3 modal verbs yang kamu temukan."
Peer-editing Rubric: Rubrik dengan kriteria spesifik untuk mengevaluasi draf tulisan teman (e.g., kejelasan thesis, kekuatan argumen, penggunaan ciri kebahasaan).
Quiz: Pertanyaan pilihan ganda atau isian singkat tentang struktur teks dan fungsi sosial hortatory exposition.

C.     ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
Format: Tes Tertulis (menulis teks hortatory exposition), Penilaian Proyek (presentasi lisan), Observasi (kemampuan berkomunikasi persuasif).
Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi menulis dan berbicara hortatory exposition secara komprehensif.
Contoh Pertanyaan dan Tugas:
Tes Tertulis (Penilaian Produk - Menulis):
"Pilihlah salah satu isu terkait netiquette yang paling relevan dengan kehidupan siswa SMA/MA. Tuliskan sebuah teks hortatory exposition sepanjang minimal 250 kata untuk meyakinkan pembaca tentang pentingnya isu tersebut dan memberikan rekomendasi." (Rubrik penilaian mencakup: fungsi sosial, struktur teks, ciri kebahasaan, kohesi dan koherensi, tata bahasa, kosakata).
Penilaian Proyek (Presentasi Lisan):
"Presentasikan teks hortatory exposition yang telah Anda tulis di depan kelas. Pastikan Anda menyampaikan argumen dengan jelas dan persuasif." (Rubrik penilaian mencakup: kelancaran berbicara, pengucapan, intonasi, kepercayaan diri, kemampuan menyampaikan argumen, dan interaksi dengan audiens).
Observasi (Sikap):
Skala penilaian untuk mengamati sikap peserta didik selama pembelajaran (misalnya, tingkat partisipasi, kemandirian, sikap bertanggung jawab sebagai warga digital).

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved