Opini
Pajak, Tawakal dan Kesehatan Mental
Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, peran pajak menjadi semakin penting dalam membiayai berbagai program dan kebijakan pemerintah.
Ringkasan Berita:
- Tawakal adalah usaha maksimal yang dibarengi penyerahan diri total kepada Allah, yakin bahwa Dia pengatur terbaik segala urusan.
- Tawakal menghadirkan ketenangan, sabar, dan iman. Tahapannya paham kuasa Allah, ikhtiar sungguh-sungguh, lalu berserah penuh.
- Pajak bisa membiayai kesehatan dan bencana.
- Sikap tawakal dalam bernegara menjaga kesehatan mental dan kekuatan menghadapi ujian hidup.
Oleh: Waluyo,S.E.,M.E.
(Praktisi Pepajakan)
SRIPOKU.COM - Tawakkal berarti mengandalkan, berserah diri, atau mempercayakan segala urusan kepada pihak lain.
Dalam syariat, tawakkal memiliki makna menyerahkan segala urusan kepada Allah Suhaanahu Wa Ta’aala dan melakukan usaha yang maksimal, dengan keyakinan bahwa segala sesuatu ditentukan oleh-Nya.
Pengertian ini mengandung dua unsur penting: usaha atau ikhtiar dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah Suhaanahu Wa Ta’aala.
"Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah Suhaanahu Wa Ta’aala, maka Dia akan mencukupinya.”(QS. At-Talaq: 3)
Ayat diatas sudah jelas bahwa Allah Suhaanahu Wa Ta’aala yang Maha Mencukupkan, maka sebagai seorang hamba jangan lagi ada rasa kekhawatiran tentang kondisi kekurangan.
Cukup berusaha terus, berdo’a jangan pernah terputus maka pertolongan Allah Suhaanahu Wa Ta’aala akan mengalir terus
Bahkan Rasulullah SAW bersabda:
"Cukuplah Allah Suhaanahu Wa Ta’aala sebagai wakil (yang mengurus segala urusan).” (HR. Abu Dawud)
Rasulullah SAW menegaskan bahwa Allah Suhaanahu Wa Ta’aala adalah Dzat yang Maha Mengurus, segala urusan didunia tidak akan pernah sedikitpun lepas untuk terus menerus diurus-NYA dan ketika Allah Suhaanahu Wa Ta’aala sudah mengatur serta mengurusnya, pasti akan ada kebaikan didalamnya.
Adapun manfaat dari tawakal adalah sebagai berikut:
- Jiwa yang tenang
Tawakkal memberikan ketenangan hati karena seorang kita yakin bahwa Allah Suhaanahu Wa Ta’aala mengatur segala sesuat - Melatih kesabaran
Dengan tawakal akan membuat manusia berlatih sabar menerima ketetapan Illahi, sehingga meyakini bahwa adalah segala sesuatu adalah kehendak-Nya. - Meningkatkan keimanan
Tawakal akan menjadi indikator meningkatnya iman seseorang karena percaya secara penuh akan kuasa-NYA.
Setelah mengetahui manfaat tawakal yang begitu besar, maka sangat disayangkan bila masih banyak manusia yang meragukan akan kebesaran dan ke Maha segalaan-Nya.
Kehidupan ini tak ada yang berat, sebab pertolongan Yang Maha Kuasa itu dekat, Dia Maha Memudahkan sekaligus Maha Mencukupkan yang akan membuat semuanya mungkin dan tidak ada yang mustahil.
Kemustahilan hanya ada pada pandangan/ kacamata manusia, namun tidak untuk Sang Pemilik hidup ini.
Maka sudah saatnya setiap usaha yang kita lakukan kita kunci dengan tawakal, serahkan dan pasrahkan semuanya pada Nya. Yakinkan bahwa Dia akan mengurus semuanya dengan sempurna.
Agar setiap manusia bisa menerapkan tawakal secara penuh dalam hidupnya maka akan sangat penting untuk diketahui fase atau tahapan tawakal:
- Mengetahui Kekuasaan Allah Suhaanahu Wa Ta’aala
Keyakinan penuh terhadap kekuasaan Allah Suhaanahu Wa Ta’aala adalah fondasi utama dalam bertawakkal. Tahapan ini biasanya diawali dengan pengalaman berharga yang telah ditemui seseorang tentang kuasaNYA. Hingga membuat percaya bahwa tidak ada sesuatupun terjadi tanpa kehendakNYA.
"Katakanlah: semua (urusan) itu dari sisi Alloh Suhaanahu Wa Ta’aala.
(QS.Annisa : 78) - Melakukan Usaha Maksimal
Tawakkal harus didahului oleh usaha yang sungguh-sungguh. Usaha merupakan bagian integral dari tawakkal.
"Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakal kepada Allah Suhaanahu Wa Ta’aala kepada Alloh Suhaanahu Wa Ta’aala." (QS. Al-Imran: 159) - Berserah Diri Sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa
Dalam ikhtiar berusaha, hasilnya harus diserahkan sepenuhnya kepada Allah Suhaanahu Wa Ta’aala, tanpa keraguan sedikit pun.
Pajak, Tawakal dan Kesehatan Mental
| Bencana Alam dan Pemasaran Sosial: Mengukur Niat Dibalik Aksi |
|
|---|
| Memahami Mewujudkan Kodifikasi dan Univikasi Hukum Pidana. |
|
|---|
| Keberhasilan bukan Kecepatan, Melainkan Konsistensi dalam Berproses, Sebuah Renungan di Awal 2026 |
|
|---|
| OPINI: Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Merusak Jantungmu |
|
|---|
| OPINI: Diskon Listrik Masih Dinanti Masyarakat Sumsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Waluyo.jpg)