Kematian Kacab Bank di Jaktim

4 Klaster Peran Tersangka di Kematian Kacab Bank BUMN di Jaktim, Ada Motivator Dwi Hartono & 2 Oknum

Polisi telah membeda-bedakan peran 15 tersangka kematian Ilham Pradipta, Dwi Hartono masuk kategori tersangka aktor intelektual.

Editor: Refly Permana
dokumen pribadi
SEMASA HIDUP - Ilham Pradita semasa hidup. Pria yang punya jabatan sebagai kacab bank salah satu pelat merah di Jakarta Timur ini ditemukan tewas di Kabupaten Bekasi pada Kamis (21/8/2025). 

SRIPOKU.COM - Polda Metro Jaya telah menetapkan 15 tersangka pada kematian Ilham Padipta, seorang kacab bank BUMN di Jakarta Timur.

Ilham ditemukan tewas pada 21 Agustus 2025 di area persawahan Kabupaten Bekasi.

Dari 15 tersangka itu, dikelompokkan empat klaster berdasarkan peran mereka.

Ada klaster aktor intelektual, klaster pengintai, klaster penculik, serta klaster eksekutor.

Dari 15 nama tersebut, nama Dwi Hartono masuk menjadi salah satunya.

Pengusaha sekaligus motivator terkenal di jagad maya ini dikategorikan sebagai tersangka aktor intelektual.

Baca juga: Lihai Menipu Sejak Kuliah, Dwi Hartono Dalang Pembunuh Kacab Bank Dulu Makelar Ijazah, Mantan Napi

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menjelaskan para tersangka ditangkap di berbagai lokasi, termasuk Solo, Jakarta Utara, Johar Baru, Cawang, dan Labuan Bajo, menunjukkan bahwa aksi ini dirancang secara terorganisir lintas wilayah.

Penyidik masih mendalami motif utama dan kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk aliran dana dan komunikasi internal yang belum terungkap.

Berikut empat klaster tersangka kematian Ilham yang sudah dibagi oleh penyidik Polda Metro Jaya

1. Aktor Intelektual (Dalang Perencanaan)

DH (Dwi Hartono) – pengusaha bimbingan belajar online, ditangkap di Solo
YJ – rekan DH dalam perencanaan, ditangkap di Solo
AA – bagian dari tim perencana, ditangkap di Solo
C alias Ken – ditangkap di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

2. Klaster Pengintai

F – diduga oknum aparat, masih dalam pendalaman
S – bertugas membuntuti korban sebelum penculikan

3. Klaster Penculik

AT – pelaku lapangan, ditangkap di Johar Baru
RS alias Eras – pelaku penculikan, ditangkap di Labuan Bajo
RAH – turut serta dalam penjemputan paksa
RW – bagian dari tim penculik, ditangkap di Jakarta Timur

4. Klaster Eksekutor dan Pembuang Jasad

M – pelaku penganiayaan
T – eksekutor yang menyebabkan kematian korban
U – membantu membuang jasad ke Bekasi
Z – bagian dari tim eksekusi
N – pelaku yang ikut dalam pembuangan jasad.

Baca juga: SOSOK Penculik Kacab Bank BUMN Ternyata Mantan Atlet, Kuasa Hukum Sebut Klien Disuruh Oknum Aparat

Pesan terakhir penuh misteri

Di tengah penyelidikan yang terus bergulir, jejak digital Ilham menjadi sorotan publik dan penyidik.

Unggahan terakhir di Instagram Story pribadinya, yang sebelumnya hanya berisi dokumentasi hobi touring motor gede, kini dibanjiri komentar doa dan harapan keadilan. 

Unggahan terakhirnya pada 19 Agustus 2025, hanya sehari sebelum penculikan, menunjukkan suasana ruang rapat dengan caption singkat: “Bismillah, semoga lancar.”

Kalimat itu kini dianggap sebagai pesan terakhir yang bisa menjadi petunjuk penting.

Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Charles Bagaisar mengungkapkan, Ilham baru saja menghadiri rapat internal sebelum disergap oleh para pelaku.

Dugaan kuat menyebutkan bahwa ia menolak permohonan kredit fiktif senilai Rp13 miliar, yang diyakini menjadi pemicu utama aksi penculikan yang berujung pada kematian tragis.

“Korban habis meeting kantor, sama teman-teman kantornya juga,” ujar AKP Charles Bagaisar saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, 22 Agustus 2025.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com berjudul : Pesan Terakhir Kacab Bank BUMN Sebelum Diculik: Jejak Digital yang Bisa Bongkar Motif Pembunuhan

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved