Kematian Kacab Bank di Jaktim

NASIB Oknum TNI Inisial F Dalang Pembunuhan Kacab Bank BUMN Dibongkar, Kini Sudah Diperiksa Denpom

Nasib bos besar eksekutor atau dalang utama pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta adalah seorang oknum anggota TNI.

Editor: pairat
Kolase Tribun Bogor
PEMBUNUHAN KACAB BANK: Tangkapan layar pelaku pembunuhan kepala cabang bank saat ditangkap di Bandara Komodo Labuan Bajo, NTT pada Kamis (21/8/2025) (kiri) dan video penculikan kepala cabang bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta di Jakarta Selatan (kiri). Berikut nasib oknum TNI Inisial F yang menjadi dalang pembunuhan Kepala cabang (Kacab) Bank BUMN dibongkar, kini pengacara menyebut F sudah diperiksa Denpom. 

Bos alias dalang utama penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta itu berinisial F.

Kata Eras, selama ini ia dan penculik lainnya diperintahkan oleh F untuk menjemput paksa Ilham lewat sambungan telepon saja.

Saat memberikan perintah, F konon menjanjikan bayaran Rp60 juta untuk Eras dan empat orang lainnya.

"Faktanya memang bukan mereka (penculik) yang melakukan pembunuhan. Mereka adalah yang melakukan penjemputan paksa dari Jakarta Timur, setelah mereka melakukan penjemputan paksa baru mereka menyerahkan (korban) di Cawang atas arahan melalui telepon dari oknum berinisial F," ungkap Adrianus Agau dikutip TribunnewsBogor.com pada Rabu (27/8/2025).

Awalnya kata Adrianus, Eras hanya diperintahkan untuk menculik Ilham saja.

Eras dan kawan-kawan pun diminta menyerahkan Ilham dalam kondisi hidup ke gerombolan eksekutor di kawasan Cawang.

"Eras ini dia menerima arahan dan bujukan untuk mendapatkan suatu pekerjaan dari inisial oknum bernama F. Setelah mendapat bujukan, F sudah meyakinkan Eras dan kawan-kawan, jadi mereka berlima untuk menerima pekerjaan itu yang katanya hanya menjemput orang, baru mereka serahkan di Cawang," imbuh Adrianus.

Setelah membawa Ilham di mobil, kata Eras ia dan teman-temannya tidak menyakiti korban sama sekali.

Karenanya saat diminta untuk jemput korban lagi di tengah malam, Eras terkejut.

Hal itu lantaran Ilham saat itu yakni pada Kamis (21/8/2025) dini hari sudah tak bernyawa.

"Dalam proses perjalanan dari Lo***mart ke Cawang itu mereka (penculik) hanya membuat (menutup) tutup mata (korban) dengan lakban dan di tangannya. Setelah itu mereka menyerahkan (korban) ke eksekutor, kami baru tahu bahwa itu eksekutor," pungkas Adrianus.

Perihal sosok F alias bos besar, Adrianus blak-blakan.

Adrianus menceritakan apa isi perintah dari F kepada para penculik.

Bukan disuruh membunuh, F hanya meminta Eras dan para penculik untuk melakukan penagihan ke korban.

"Si F ini hanya memberi harapan ke Eras, bahwa 'nanti kamu akan ada kerjaan untuk penagihan'. Tapi penagihan di mana, mereka (penculik) enggak tahu," ujar Adrianus.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved