Berita Ekonomi

Dolar AS Tembus Rp18.000, Pengamat Ekonomi Sumsel Ingatkan Ancaman Penurunan Daya Beli dan PHK

Dampak kurs Dolar AS yang menembus Rp18.000 dapat memicu penurunan daya beli, penurunan produksi, hingga ancaman PHK di Sumsel, Sabtu (6/6/2026).

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: tarso romli
SRIPOKU.COM/Dok
ILUSTRASI - Ilustrasi nilai tukar rupiah melemah atas Dola AS. 

Lebih lanjut, pihak akademisi ini mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk bergerak cepat memperkuat barikade kebijakan fiskal dan moneter guna meredam dampak inflasi barang baku.

Pemerintah perlu memperluas stimulus anggaran yang menyasar sektor UMKM serta menciptakan iklim investasi yang ramah modal.

Ia juga mendorong masyarakat, pelaku usaha, hingga mahasiswa tingkat akhir di Sumsel untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

"Jangan hanya terpaku mencari lowongan pekerjaan yang kian menyusut, tetapi mulailah menciptakan peluang usaha baru. Meskipun skala usahanya kecil dan hanya mampu mempekerjakan satu orang, itu sudah menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran di daerah," tambahnya.

Sebagai langkah penyelamatan ekonomi harian, Prof. Sri Rahayu mengimbau masyarakat luas untuk semakin berkomitmen menggunakan produk-produk buatan dalam negeri.

Sementara untuk para pelaku UMKM, momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan standar mutu produk.

"Kembali ke produk dalam negeri, cintailah produk Indonesia. Bagi pelaku UMKM, teruslah berinovasi memperbaiki manajemen usaha, digitalisasi pemasaran, promosi, serta kualitas produk agar tetap memiliki daya saing tinggi di tengah situasi sulit," pungkasnya.

Pengamat ekonomi UMP, Prof. Sri Rahayu, mengingatkan dampak kurs Dolar AS yang menembus Rp18.000 dapat memicu penurunan daya beli, penurunan produksi, hingga ancaman PHK di Sumsel, Sabtu (6/6/2026).

Sektor industri yang bergantung pada bahan baku impor diprediksi menjadi klaster yang paling terdampak akibat membengkaknya biaya operasional imbas pelemahan kurs Rupiah.

Pemerintah didesak memperkuat kebijakan fiskal-moneter dan mendukung UMKM, sementara masyarakat diimbau stop mengolok-olok isu dolar Rp19.000 dan beralih menggunakan produk lokal.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved