Bus Terbakar di Muratara
Keluarga Belum Datang, Nasib Lima Korban Kecelakaan di Muratara yang Belum Teridentifikasi
Kondisi jenazah korban kecelakaan di Muratara terbakar hangus, mulai dari rambut, kulit, sampai ke tulang.
Ringkasan Berita:
- Hingga Kamis (7/5/2026) sore, Tim DVI RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang masih mengidentifikasi 16 korban tewas kecelakaan Bus ALS versus truk tangki di Jalinsum Karang Jaya, Muratara.
- RS Bhayangkara M. Hasan berkolaborasi dengan Biddokkes Polda Sumsel, tim asistensi DVI Pusdokkes Polri, dan Dinas Kesehatan Provinsi.
- Tiga korban selamat yang dirawat di RSUD Rupit, Muratara, yakni Ngadiono (44), Jumiatun (35), dan M. Tarul (31), akan dievakuasi melalui udara dengan helikopter dan jalur darat.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Berikut perkembangan identifikasi yang dilakukan Tim DVI RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang terkait kecelakaan lalu lintas maut yang terjadi di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel) pada Rabu (6/5/2026) siang.
Hingga Kamis (7/5/2026) sore, tim DVI masih bekerja.
Hal ini diungkapkan Karumkit RS Bhayangkara Moh. Hasan, dr. Budi Susanto, saat menggelar rilis perkembangan proses identifikasi.
"Pertama, kami ucapkan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban," ungkapnya.
Saat ini, dikatakan dr. Budi, fokus utama Tim DVI adalah proses identifikasi dari para korban melalui operasi DVI atau Disaster Victim Investigation.
Baca juga: Duka Hambali Belum Berakhir: Identifikasi Bela Membutuhkan Pakaian Cucunya yang Belum Dicuci
"Di mana operasi DVI Polri dilakukan untuk memastikan seluruh korban bisa teridentifikasi secara ilmiah dan akurat," tegasnya.
Posko DVI Biddokkes Polda Sumsel pada Kamis (7/5/2026) pagi, Rumah Sakit Bhayangkara telah menerima 16 kantong jenazah yang berisi jenazah dengan kondisi terbakar serta sulit dikenali secara visual dan medis.
"Sehingga kami berusaha mengidentifikasi dengan pemeriksaan DNA dan gigi," katanya.
Kemudian, hingga sore ini, keluarga korban sudah datang melaporkan sebanyak 11 korban, sehingga masih ada lima korban yang belum dilaporkan oleh pihak keluarga.
Lanjut dr. Budi, hingga saat ini sedang berjalan proses pemeriksaan jenazah dan pengambilan sampel DNA yang dilakukan oleh rekan-rekan dari Tim DVI.
dr. Budi Susanto menjelaskan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara M. Hasan berkolaborasi dengan Biddokkes Polda Sumsel, tim asistensi DVI dari Pusdokkes Polri, dan Dinas Kesehatan Provinsi.
Baca juga: Teriakan Minta Tolong Perlahan Hilang, Warga Muratara Dengar Ledakan Dua Kali di Bus ALS
Ia menyebut sampel DNA yang telah dikumpulkan hari ini rencananya akan dikirim besok ke Lab DNA Pusdokkes Polri melalui jalur protokol bandara.
Sambil menunggu hasil DNA, pihaknya melakukan pencocokan data gigi jenazah korban dan berharap metode tersebut dapat memberi kepastian identitas korban.
dr. Budi Susanto memohon doa agar proses identifikasi segera selesai karena Tim DVI tidak dapat bekerja sendiri.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk rekan media, Pemprov, Pemkot, Pemda, Polda Sumsel, dan Polres Muratara.
| Duka Hambali Belum Berakhir: Identifikasi Bela Membutuhkan Pakaian Cucunya yang Belum Dicuci |
|
|---|
| Teriakan Minta Tolong Perlahan Hilang, Warga Muratara Dengar Ledakan Dua Kali di Bus ALS |
|
|---|
| Pertanda yang Tak Disadari, Bus ALS Kecelakaan di Muratara Ternyata Bus Ketiga Satu Keluarga Ini |
|
|---|
| Sopir Serep Bus ALS Jadi Korban Kecelakaan di Muratara, Keluarga Ungkap Korban Sedang Istirahat |
|
|---|
| Pagi yang Tertunda dan Takdir di Ujung Jalan: Duka Hambali Menanti Identifikasi Anak dan Cucunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dvipoldasumsel.jpg)