Bus Terbakar di Muratara
Pertanda yang Tak Disadari, Bus ALS Kecelakaan di Muratara Ternyata Bus Ketiga Satu Keluarga Ini
Satu keluarga meninggal dunia dalam kecelakaan Bus ALS terbakar usai tabrakan dengan truk tangki BBM di Muratara.
Penulis: Arief Basuki | Editor: Refly Permana
Ringkasan Berita:
- Satu keluarga terdiri dari Aldi (27), Rani (24), dan Bella (2) meninggal dunia dalam kecelakaan Bus ALS yang bertabrakan dengan truk tangki BBM di Jalinsum Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026) siang.
- Ayah Rani, Hambali, mengaku sangat berduka kehilangan putri pertama, menantu pertama, dan cucu pertama
- Aldi, Rani, dan Bella hendak merantau ke Pekanbaru untuk menggarap lahan kebun sawit milik keluarga demi penghasilan lebih baik.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Satu keluarga meninggal dunia dalam kecelakaan Bus ALS terbakar usai tabrakan dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel), pada Rabu (6/5/2026) siang.
Satu keluarga tersebut terdiri dari Aldi (27), Rani (24), dan Bella (2).
Mereka akan dimakamkan di kampung halamannya di Desa Way Tuba Asri, Kabupaten Way Kanan, Lampung.
Hal ini diungkapkan ayah korban Rani, yaitu Hambali, yang telah dimintai data sejumlah dokumen kekeluargaan dan air liur untuk pencocokan DNA oleh Tim Forensik DVI RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).
"Rencana kalau sudah selesai, kami akan makamkan di kampung halaman di Desa Way Tuba Asri. Sekarang menunggu dari pihak dokter RS," katanya saat ditemui di rumah singgah keluarga korban di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (7/5/2026) sore.
Baca juga: Sopir Serep Bus ALS Jadi Korban Kecelakaan di Muratara, Keluarga Ungkap Korban Sedang Istirahat
Dijelaskan Hambali, pihaknya mengalami duka mendalam kehilangan putri pertama dari tiga bersaudara, menantu pertama, dan cucu pertama yang sangat disayangi.
"Pastinya tidak bisa berkata-kata lagi. Apalagi kami tidak punya firasat kehilangan mereka," ucapnya menahan kesedihan.
Ia mengungkapkan, kendaraan yang ditumpangi anak, menantu, dan cucunya tersebut merupakan kendaraan ketiga.
"Pertama ketinggalan sekitar puluhan menit karena terhalang kereta dan mobilnya tidak sabar berangkat pada hari Minggu. Kedua, Senin, juga mobilnya sudah tidak ada lagi karena ketinggalan di loket, sehingga berangkat di bus ketiga hari Selasa," paparnya.
Dengan tatapan yang sedikit kosong karena masih tidak percaya dengan kejadian tersebut, ia harus tabah menerima kenyataan yang ada.
Hambali mengaku, sejak mendapatkan kabar kecelakaan maut Bus ALS, langsung berangkat menuju Palembang dari Way Kanan, Lampung.
Baca juga: Fakta Baru Tragedi Bus ALS di Muratara, Armada Rencana Pensiun Bulan Oktober 2026
"Dapat kabarnya dari berita kecelakaan itu, kami telusuri kebenarannya sehingga kami ke sini," kata Hambali.
Diterangkan Hambali, menantu bersama anak dan cucunya sebenarnya hendak berangkat ke Pekanbaru, Riau karena Aldi akan menggarap lahan kebun sawit milik keluarganya.
Sehingga membawa anak istrinya ke tanah rantau untuk mengubah nasib.
Akan tetapi, nasib berkata lain.
| Sopir Serep Bus ALS Jadi Korban Kecelakaan di Muratara, Keluarga Ungkap Korban Sedang Istirahat |
|
|---|
| Pagi yang Tertunda dan Takdir di Ujung Jalan: Duka Hambali Menanti Identifikasi Anak dan Cucunya |
|
|---|
| Fakta Baru Tragedi Bus ALS di Muratara, Armada Rencana Pensiun Bulan Oktober 2026 |
|
|---|
| Kernet Bus ALS yang Selamat Ungkap Penumpang Mayoritas Tertidur saat Bus Terbakar |
|
|---|
| Cerita Keluarga Korban Bus ALS di Muratara, Aldy Ajak Istri & Anak Merantau ke Riau Ingin Ubah Nasib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/keluarga-korban-kecelakaan-bus-als.jpg)