Berita Palembang
Pengamat Ingatkan Pemerintahan Prabowo Hadapi Empat Krisis Besar
Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai tengah menghadapi tekanan besar
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Yandi Triansyah
"Orang kurang membahas ini karena sibuk dengan isu Israel-Iran. Padahal, krisis iklim ini mengancam ketahanan pangan. Wilayah yang bakal terdampak parah adalah Pulau Jawa dan Sumatera, berkaca pada pengalaman pahit kabut asap dan kekeringan ekstrem sebelumnya," jelasnya.
Kekeringan tersebut akan menyebabkan gagal tanam, yang berujung pada kenaikan harga bahan pokok seperti beras dan cabai. Di sisi lain, dari sektor keuangan, Menteri Keuangan tengah melakukan penghematan besar-besaran.
Presiden Prabowo bahkan telah menginstruksikan setiap kepala daerah untuk menghentikan biaya perjalanan dinas sebagai bentuk efisiensi.
"Keuangan kita sejak awal pemerintahan baru hingga hari ini memang tidak baik-baik saja. Apalagi nilai tukar Dolar terhadap Rupiah sudah berada di level Rp 17.000, dan bukan tidak mungkin merangkak ke angka Rp 18.000 hingga Rp 20.000," lanjutnya.
Haekal menutup dengan peringatan bahwa tumpukan masalah ini, ditambah isu program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga insiden kekerasan terhadap aktivis Kontras, secara kumulatif dapat menjadi pemantik krisis politik.
"Inilah yang banyak orang gagal baca," pungkasnya.
| Harga BBM Nonsubsidi Melejit, Gubernur Herman Deru Imbau Instansi Terapkan WFH dan Efisiensi Energi |
|
|---|
| Bangun Karakter Karyawan, Pegadaian Kanwil III Palembang Hadirkan Koh Dennis Lim di Pengajian Rutin |
|
|---|
| Hujan Deras Satu Jam, Inilah 2 Titik 'Langganan' Banjir di Palembang yang Tergenang dan Macet Parah |
|
|---|
| Puluhan Motor Mogok Massal karena Nekat Menerobos Banjir di Jalan Basuki Rahmat Palembang |
|
|---|
| Palembang Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Jalan Protokol Terendam Banjir dan Macet Parah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/haekal-pengamat.jpg)