Berita Palembang

Kasus Campak di Sumsel Meningkat Drastis, Selama Tiga Bulan Terjadi 1.427 Kasus

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat 1.427 kasus campak selama periode Januari–Maret 2026.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Tribunnews.com
ILUSTRASI PENDERITA CAMPAK- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat 1.427 kasus campak selama periode Januari–Maret 2026. Dari jumlah tersebut, 1.243 kasus dicurigai (suspek) dan 184 kasus terkonfirmasi positif campak. 
Ringkasan Berita:
  • Dinkes Sumsel mencatat 1.427 kasus campak Januari–Maret 2026, terdiri dari 1.243 suspek dan 184 positif, meningkat tajam dibanding 2025 yang hanya 744 suspek dan 68 positif
  • Pemerintah telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) sejak 10 Maret 2026 di empat daerah berisiko tinggi (Palembang, Prabumulih, Banyuasin, Musi Rawas Utara) dengan target 233.959 sasaran
  • Dinkes Sumsel mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala campak

SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat 1.427 kasus campak selama periode Januari–Maret 2026.

Dari jumlah tersebut, 1.243 kasus dicurigai (suspek) dan 184 kasus terkonfirmasi positif campak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan peningkatan kasus cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadi salah satu risiko adalah rendahnya cakupan imunisasi campak.

“Peningkatan kasus terlihat signifikan saat memasuki tahun 2026. Salah satu faktor risikonya adalah masih rendahnya status imunisasi campak,” ujar Ira, Senin (30/3/2026).

Berdasarkan data Dinkes, sepanjang 2025 tercatat 744 kasus suspek dengan 68 kasus positif, sedangkan 2026 dari Januari–Maret sudah ada 1.243 kasus suspek dan 184 positif.

Lonjakan tertinggi terlihat pada Januari 2026 dengan 381 kasus suspek dan 151 kasus positif.

Melihat tren tersebut, Dinkes Sumsel menilai perlu adanya upaya pencegahan masif melalui peningkatan cakupan imunisasi rutin yang merata.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) di empat daerah berisiko tinggi Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas Utara.

"Sebagai langkah penanganan, pemerintah telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi tanggap wabah di empat kabupaten/kota yang memiliki risiko tinggi, yaitu Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas Utara," katanya. 

Program ORI dimulai pada 10 Maret 2026 melalui Posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan, dengan target 233.959 sasaran dan target harian 15.878 sasaran.

Dinkes Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak agar mendapat penanganan cepat.

Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular, dapat menyebar melalui udara, terutama percikan batuk atau bersin penderita.

Oleh karena itu, imunisasi tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved