Breaking News

Polemik Anggaran DPRD Sumsel

Pengadaan Meja Biliar Rp486 Juta di Rumdis Pimpinan DPRD Sumsel Dinilai Mubazir

Alokasi anggaran pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas (rumdis) pimpinan DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) menuai kritik tajam.

|
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: tarso romli
Sripoku.com/handout/Linda Trisnawati
MEJA BILIAR - Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie yang juga Ketua POBSI Sumsel, pada salah satu momen turnamen POBSI Cup dengan total hadiah Rp 61 juta beberapa waktu lalu (kiri). Ketua POBSI Sumsel, Andie Dinialdie pada acara pelantikan dan turnamen Ketua DPRD Sumsel beberapa waktu lalu.(kanan). Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Andie Dinialdie, SE MM memberikan penjelasan, terkait sedang ramainya usulan pengadaan dua meja biliar untuk rumah dinas (rumdin) dua pimpinan DPRD Sumsel. 
Ringkasan Berita:
  • Sekretariat DPRD Sumsel mengalokasikan hampir setengah miliar rupiah (Rp486,9 juta) hanya untuk pengadaan dua unit meja biliar di rumah dinas pimpinan.
  • Pengamat kebijakan publik menilai pengadaan tersebut mubazir, tidak peka terhadap kondisi ekonomi rakyat, dan hanya mengedepankan fasilitas hiburan pribadi.
  • Pimpinan DPRD diminta memberikan teladan yang baik dalam penggunaan dana publik, terutama di tengah situasi ekonomi yang sedang prihatin dan momen bulan Ramadan.

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Alokasi anggaran pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas (rumdis) pimpinan DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) menuai kritik tajam. Sekretariat DPRD Sumsel diketahui mengucurkan dana sebesar Rp486,9 juta untuk fasilitas hiburan tersebut, sebuah angka yang dinilai fantastis oleh kalangan akademisi.

Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik dari UIN Raden Fatah Palembang, Taufik Akhyar, menilai pengadaan ini tidak mencerminkan keberpihakan lembaga legislatif terhadap kepentingan masyarakat luas. 

Menurutnya, penggunaan anggaran publik untuk fasilitas hiburan pribadi di lingkungan rumah dinas merupakan bentuk pemborosan.

“Sebagai wakil rakyat, jelas itu belanja yang bersifat mubazir. Hal ini hanya menunjukkan pemenuhan kesenangan pribadi dan jauh dari esensi kepentingan rakyat,” ujar Taufik saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026).

Taufik menekankan bahwa di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, para pimpinan DPRD seharusnya menunjukkan empati dan kepekaan sosial.

Ia menyayangkan kebijakan anggaran yang tidak berkorelasi langsung dengan kesejahteraan publik, terutama saat masyarakat sedang menghadapi berbagai tantangan ekonomi nasional dan global.

“Rakyat sedang diliputi keprihatinan ekonomi dan politik. Kebijakan ini menunjukkan pimpinan DPRD sama sekali tidak peka terhadap apa yang dirasakan masyarakat di bawah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Taufik mengingatkan bahwa sebagai representasi rakyat, para legislator semestinya menjadi teladan dalam penggunaan anggaran negara yang efisien dan tepat sasaran.

“Seharusnya wakil rakyatlah yang pertama memberi contoh dan memberikan optimisme kepada publik, apalagi di tengah suasana bulan suci Ramadan seperti saat ini,” pungkas Taufik.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Tabrak Mobil Box di Jalantim Bayung Lencir, Truk Pengangkut BBM Terbakar Hebat, Sopir Menghilang 

Baca juga: Kapolri Instruksikan Fitur Panic Button untuk Ojol di Palembang Guna Cegah Kriminalitas Jalanan

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved