Polemik Anggaran DPRD Sumsel
Pimpinan DPRD Sumsel Beli Meja Biliar, Pengamat Sebut Apakah Ada Satu Warga Sumsel Hidupnya Membaik
apakah pengadaan itu berasal dari kebutuhan jabatan legislatif atau justru kepentingan organisasi olahraga yang dipimpin secara pribadi
Penulis: Arief Basuki | Editor: Welly Hadinata
Ringkasan Berita:
- Pengamat politik Yulion Zalfa menilai pengadaan meja biliar di rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel berpotensi konflik kepentingan.
- Anggaran yang diajukan dinilai tidak sejalan dengan kebijakan efisiensi dan telah masuk dalam sistem SIRUP.
- Harga meja biliar yang dianggarkan hingga Rp335,9 juta dinilai jauh di atas harga pasar dan perlu penjelasan transparan.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pengamat politik dari UIN Raden Fatah Palembang, Yulion Zalfa, menilai rencana pengadaan meja biliar untuk pimpinan DPRD Sumatera Selatan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Menurut Yulion, kebijakan tersebut menjadi sorotan karena Ketua DPRD Sumsel juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumatera Selatan dan beralasan meja biliar tersebut dapat digunakan atlet untuk berlatih.
Ia menilai argumen tersebut secara politik lemah dan justru kontraproduktif.
Menurutnya, muncul pertanyaan apakah pengadaan itu benar-benar berasal dari kebutuhan jabatan legislatif atau justru kepentingan organisasi olahraga yang dipimpin secara pribadi.
“Jika pengadaan ini lebih mengakomodasi kepentingan organisasi eksternal yang dipimpin pejabat yang sama, maka itu bisa dikategorikan sebagai konflik kepentingan yang serius,” ujarnya.
Dinilai Tidak Sejalan dengan Efisiensi Anggaran
Yulion menilai pengadaan fasilitas hiburan tersebut muncul di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang digaungkan pemerintah.
Dalam kajian kebijakan publik, kondisi tersebut disebut sebagai rent-seeking behavior, yakni kecenderungan aktor politik mengambil manfaat dari sistem anggaran untuk kepentingan tertentu.
Ia juga menyoroti fakta bahwa pengadaan meja biliar tersebut telah tercantum dalam sistem Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), yang berarti telah melewati tahap perencanaan teknis.
“Artinya ini bukan sekadar wacana spontan, melainkan proses yang sudah direncanakan sebelum akhirnya menjadi sorotan publik,” jelasnya.
Disparitas Harga Jadi Sorotan
Selain persoalan konflik kepentingan, Yulion juga menyoroti besarnya anggaran yang diajukan.
Berdasarkan harga pasar, satu unit meja biliar rumahan ukuran 7–9 feet biasanya berkisar antara Rp6 juta hingga Rp20 juta.
Namun, dalam rencana pengadaan tersebut, anggaran untuk satu unit meja biliar bagi Wakil Ketua III DPRD Sumsel disebut mencapai sekitar Rp335,9 juta, atau sekitar 16 hingga 56 kali lipat dari harga pasar normal.
Menurutnya, perbedaan harga yang sangat besar tersebut perlu dijelaskan secara transparan kepada publik.
Polemik Anggaran DPRD Sumsel
anggaran DPRD Sumsel
DPRD Sumsel Anggarkan Meja Biliar
DPRD Sumsel
Yulion Zalfa
| Meja Biliar Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel Resmi Dibatalkan, Gorden dan Lampu Tetap Jalan |
|
|---|
| Wihaji Telepon Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, Batalkan Beli Meja Biliar, Kader Golkar Harus Peka |
|
|---|
| PDIP Sumsel Semprot Kadernya Ilyas Panji Anggarkan Meja Biliar Rp335,9 Juta 'Ekonomi Sedang Sulit' |
|
|---|
| DPRD Sumsel Beli Meja Biliar Anggaran Rp486 Juta, Setara 10 Meja Turnamen Mewah, Ini Daftar Harganya |
|
|---|
| Anggaran Meja Biliar Pimpinan DPRD Sumsel, Pengamat Sebut tak ada Kepekaan Penggunaan Uang Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/grafis-anggaran-biliar.jpg)