Berita Palembang
Komisi I DPRD Sumsel Belum Jadwalkan Fit and Proper Test 21 Calon Komisioner KPID
Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga saat ini belum menetapkan jadwal pasti pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan
Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Komisi I DPRD Sumsel belum menjadwalkan fit and proper test terhadap 21 calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel
- Komisi I akan mendengarkan secara langsung dari Timsel calon KPID Sumsel nantinya, bukan hanya berpatokan pada surat saja.
- Nantinya setiap keputusan Komisi I akan dirapatkan bersama terlebih dahulu, dan masih menunggu arahan ketua terkait teknis, juklak, dan sebagainya untuk mekanisme fit and proper test oleh Komisi I.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga saat ini belum menetapkan jadwal pasti pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 21 calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel periode 2025–2028.
Belumnya jadwal uji kelayakan tersebut disebabkan oleh padatnya agenda internal dewan, termasuk kegiatan Panitia Khusus (Pansus) dan rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumsel, M. Anwar Syadat, mengonfirmasi pihaknya telah menerima surat resmi dari Tim Seleksi (Timsel) mengenai daftar 21 nama yang lolos tahap awal.
"Mereka (Panitia Seleksi KPID Sumsel) baru menyampaikan surat ke Ketua DPRD Sumsel, diteruskan ke Komisi I, bahwa Timsel sudah menyelesaikan tugasnya menyeleksi 21 nama untuk diseleksi di DPRD, dan nama-namanya telah dipublikasikan," kata dia, Rabu (25/2/2026).
Namun, pihaknya belum menindaklanjuti jadwal uji kelayakan tersebut karena masih fokus pada kegiatan Pansus yang sedang berjalan dan rapat koordinasi dengan OPD.
"Jadi, kami belum menindaklanjuti (jadwal fit and proper test) karena masih fokus pada beberapa hal termasuk rapat OPD," jelasnya.
Ditambahkan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, pihaknya akan mendengarkan secara langsung dari Timsel calon KPID Sumsel nantinya, bukan hanya berpatokan pada surat saja.
"Rencana Sabtu nanti mendengarkan paparan dari Timsel supaya lebih sempurna. Jangan hanya baca surat selesai, tetapi kami ingin lebih tahu lebih detail terkait dengan hasil seleksi 21 nama yang ada," tuturnya.
Ditambahkan Syadat, nantinya setiap keputusan Komisi I akan dirapatkan bersama terlebih dahulu, dan masih menunggu arahan ketua terkait teknis, juklak, dan sebagainya untuk mekanisme fit and proper test oleh Komisi I.
"Pastinya, harapan kita yang terpilih nanti memang orang-orang yang membidanginya, menguasai, serta menjadi representasi KPID sebenarnya," tandas Anwar Syadat.
Sebelumnya, Sekretaris Komisi I DPRD Sumsel Taufik Abdullah memastikan tidak ada calon titipan komisioner KPID Sumsel yang akan menjalani fit and proper test nanti.
Ia menegaskan yang terpilih nanti adalah yang terbaik dan memang profesional di bidangnya.
"Kita berharap yang terpilih nanti mungkin profesional yang mengerti di bidangnyalah. Kalau titipan memang tidak adalah untuk dititipkan, tetapi memang profesional," kata Sekretaris Komisi I DPRD Sumsel, Taufik Abdullah.
Diterangkan politisi Partai Gerindra ini, dirinya memastikan tidak ada titipan karena di Komisi I tersebut terdiri dari beberapa fraksi yang ada, sehingga tidak mungkin semuanya satu suara.
"Karena tidak mungkin dari fraksi partai yang berbeda-beda, jadi mudah-mudahan nanti kita dapat orang-orang yang profesional," bebernya.
Sebelumnya, Timsel calon anggota KPID Provinsi Sumatera Selatan resmi mengumumkan 21 nama peserta yang dinyatakan lolos untuk periode 2025–2028.
Pengumuman ini menandai babak baru dalam pencarian figur penjaga kualitas penyiaran di Bumi Sriwijaya.
Penetapan hasil seleksi ini dilakukan setelah melewati rangkaian tahapan yang ketat dan transparan, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis berbasis Computer Assisted Test (CAT), psikotes, hingga wawancara mendalam.
Dari total 54 peserta yang bersaing pada tahap uji kompetensi, terpilihlah 21 orang terbaik yang terdiri dari 18 peserta umum dan 3 peserta inkumben.
Menariknya, deretan nama yang lolos diisi oleh sosok-sosok yang sudah tidak asing lagi di mata publik.
Beberapa nama besar yang mencuri perhatian antara lain Ahmad Rizali, yang merupakan Mantan Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim yang dikenal memiliki pengalaman birokrasi yang matang.
Lalu ada Fikri Haikal, sosok yang sebelumnya dikenal luas sebagai juru bicara pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel terpilih (Herman Deru-Cik Ujang) pada Pilkada lalu.
Ketua Tim Seleksi, Prof. Dr. Sri Rahayu, menegaskan bahwa seluruh proses penyaringan dilakukan dengan mengedepankan profesionalitas dan objektivitas.
Dasar hukum yang digunakan mencakup UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran serta Peraturan KPI Nomor 1 Tahun 2024.
"Seluruh proses dilakukan secara profesional, independen, dan objektif. Tujuannya satu, yakni menghasilkan komisioner KPID yang kompeten dan memiliki integritas tinggi dalam mengawal dunia penyiaran di Sumatera Selatan," kata Prof. Sri Rahayu, Selasa (10/2/2026).
Selanjutnya, ke-21 calon ini tidak bisa bersantai lama. Tahapan berikutnya adalah Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) yang akan digelar di DPRD Sumatera Selatan.
Tahap final ini akan menentukan siapa saja yang layak menduduki kursi komisioner KPID Sumsel terpilih.
| Kejari Palembang Terapkan Plea Bargain, Pria Ini Divonis Pidana Jalani Kerja Sosial di RSUD Bari |
|
|---|
| Pemkot Palembang Buka Layanan Jemput Sampah Besar, Ini Nomor Call Center dan Syaratnya |
|
|---|
| Cegah Banjir, Pemkot Palembang Luncurkan Layanan Jemput Sampah Besar ke Rumah |
|
|---|
| Tampang Dua Wanita Pengedar Narkoba di Palembang, Ditangkap Simpan Dua Bungkus Sabu |
|
|---|
| Banjir Setinggi Perut Orang Dewasa Rendam Kawasan Sukabangun Palembang, Warga Terpaksa Mengungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/MAnwar-Syadat-PKS.jpg)