Berita Palembang
17 DPD Partai Berkarya di Sumsel Bubarkan Diri, Gabung Partai Indonesia Raya
Sebanyak 17 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Berkarya se-Sumatera Selatan resmi membubarkan diri
Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- 17 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Berkarya se-Sumatera Selatan resmi membubarkan diri
- Kemudian mereka bergabung dengan partai baru, Partai Indonesia Raya (Parindra)
- Langkah drastis ini dipicu oleh krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Muchdi Purwoprandjono (Muchdi PR), yang dinilai tidak amanah hasil munas.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Gejolak internal Partai Berkarya mencapai puncaknya di Sumatera Selatan.
Sebanyak 17 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Berkarya se-Sumatera Selatan resmi membubarkan diri dan menyatakan bergabung dengan partai baru, Partai Indonesia Raya (Parindra), Sabtu (7/2/2026).
Langkah drastis ini dipicu oleh krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Muchdi Purwoprandjono (Muchdi PR), yang dinilai tidak amanah terhadap hasil Musyawarah Nasional (Munas).
“Kami sepakat membubarkan diri dari DPD Partai Berkarya, setelah kami tahu terjadi ketidakcocokan antara ketua umum dan sekjen DPP Berkarya. Kepengurusan DPP Hasil Munas Partai Berkarya tahun lalu itu tidak berjalan,” kata Ketua DPD Partai Berkarya Ogan Ilir (OI) Edi Supardi, Senin (9/2/2026).
Kesepakatan membubarkan diri sebagai pengurus DPD Partai Berkarya, diambil dalam pertemuan di DPW Partai Berkarya, Sabtu. Hadir dalam pertemuan itu Ketua dan Wakil Ketua DPW Partai Berkarya Sumsel masing-masing Mayjen TNI (Purn) Teddy Surachmat dan Syaradiba Agustina.
Kemudian, ketua DPD Partai Berkarya Muaraenim, Pali, Pagaralam, Palembang, Prabumulih, Ogan Ilir (Oi), Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, dan Ogan Komering Ulu (OKU) induk.
Ketua DPW Partai Berkarya Sumsel Mayjen TNI (Purn) Teddy Surachmat mengemukakan, bahwa DPW Partai Berkarya Sumsel sudah lebih dahulu membubarkan diri, dan kepengurusannya bergabung dengan Partai Indonesia Raya (Parindra).
Untuk Sumsel, kata Teddy sudah dibentuk DPD Parindra, yang diketuai Syaradiba Agustina.
“Pendirian Parindra itu sendiri diinisiasi oleh mantan pengurus DPP Berkarya, yang kecewa karena Ketua Umum Muchdi PR tidak amanah, dengan keputusan Munas! Parindra telah dideklarasikan 26 Januari 2026, ” tandas Teddy, saat ini sebagai Wakil Ketua 2 DPP Parindra.
Pimpinan sementara sampai terbentuk parpol utuh dan munas DPP Parindra pun, lanjut Teddy sudah terbentuk, dengan komposisi Ketua Umum Prof Dr H Irmanjaya Thaher SH MH, Sekretaris Jenderal Mayjen TNI (Purn) Achmad Daniel Chardin SE MSi dan Bendahara Umum: Mayjen TNI (Purn) Suparlan Purwo Utomo SE MSi.
Teddy mengemukakan sejumlah alasan terbentuknya Parindra. Di antaranya terjadinya konflik internal di dalam tubuh DPP Partai Berkarya, ketidaksesuaian kepemimpinan dengan hasil keputusan Munas (musyawarah nasional), pengambilan keputusan sepihak oleh ketua umum, mosi tidak percaya dari sejumlah DPW dan DPD yang tidak ditindaklanjuti, dan akhirnya sejumlah pengurus memutuskan mundur dan membentuk partai baru.
“Saat ini sudah 34 dari 38 Dewan Pimpinan Wilayah Partai Berkarya mengundurkan diri, keluar dari Partai Berkarya dan bergabung dengan Parindra,” ujar Teddy Surachmat.
Pasca munas Partai Berkarya tahun lalu, Ketum terpilih Muchdi PR dinilai tidak patuh dengan hasil keputusan Munas, seperti
Secara sepihak membentuk DPP sendiri, tanpa melibatkan tim formatur sesuai dengan keputusan hasil munas.
Kemudian, secara sepihak mengganti sekjen DPP Partai Berkarya yang terpilih dalam Munas, Keputusan-keputusan partai dilakukan tanpa melibatkan DPP, tapi melibatkan timnya sendiri. Selain itu, Ketum tidak konsisten terhadap keputusan Munas dan aturan berorganisasi parpol.
Akibatnya, beberapa pimpinan DPP, DPW dan DPD mengajukan mosi tidak percaya kepada ketua umum. Namun sampai batas waktu yang diberikan, ketum tetap tidak berubah.
| Warna Lebih Tajam dan Ramah Lingkungan, Teknologi HP Latex Kini Hadir di Palembang |
|
|---|
| Temui Kenalan di Palembang, Wanita Muda Asal Prabumulih Diperdaya di Kosan |
|
|---|
| Banjir di KM 14 Palembang–Banyuasin Masih Belum Surut, Arus Lalu Lintas Terganggu |
|
|---|
| Hadapi Kemarau Panjang 2026, Provinsi Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla |
|
|---|
| Pansus DPRD Sumsel Dorong Pengawasan Maksimal di Sektor Perkebunan Demi PAD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/parindra-partai.jpg)