Kecelakaan di Palembang

Sopir Truk Penabrak Dua Pelajar di Talang Jambe Kabur, Pakai Plat Palsu

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Palembang hingga kini masih memburu sopir truk yang terlibat kecelakaan

Editor: Yandi Triansyah
dokumentasi Polisi
LAKALANTAS -- Anggota Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang melakukan olah TKP kecelakaan lalu lintas di Jalan AMD Talang Jambe, Sukarami, Kamis (29/1/2026) kemarin. Polisi menyampaikan informasi terbaru kalau plat nopol yang dipakai truk adalah palsu. 
Ringkasan Berita:
  • Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Palembang hingga kini masih memburu sopir truk yang terlibat kecelakaan
  • Pihak kepolisian menemukan fakta bahwa truk tersebut menggunakan plat nomor polisi palsu.
  • Sedangkan dua orang korban pengendara sepeda motor masih dirawat

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Palembang hingga kini masih memburu sopir truk yang terlibat kecelakaan dengan dua orang pelajar di Jalan AMD Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). 

Dalam penyelidikan terbaru, polisi menemukan fakta bahwa truk tersebut menggunakan plat nomor polisi palsu.

Kecelakaan yang terjadi pada Kamis (29/1/2026) tersebut melibatkan truk bernomor polisi BG 8424 CF (diduga palsu) dengan sepeda motor yang dikendarai dua pelajar, DA (16) dan NS. 

Akibat kejadian ini, kedua korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang diderita.

Baca juga: Kasus Kecelakaan Jambret Viral & DPR RI Minta SP3, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Keluarga di Pagar Alam

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang Iptu Hermanto menyampaikan, dari penyelidikan sementara diketahui truk yang menabrak korban menggunakan plat palsu.

"Setelah kami cek ternyata dump truk yang kemarin menabrak pelajar menggunakan plat nopol palsu. Saat ini sopir belum ditemukan, " ujar Hermanto, Jumat (30/1/2026).

Pihaknya juga menemukan satu lembar KTP yang diduga adalah milik sopir serta sejumlah nota pembelian ban dan onderdil truk.

Saat ini truk tersebut masih belum dievakuasi dari lokasi lakalantas karena muatannya yang banyak dan sulitnya mengevakuasi truk. Truk itu membawa banyak pipa besi.

"Truk belum bisa dievakuasi dari TKP karena muatannya banyak dan tidak ada sopir untuk membawanya ke pos laka musi 2," katanya.

Ia mengimbau agar sopir segera menyerahkan diri dan pemilik truk datang ke lokasi kecelakaan agar bisa mengevakuasi truk.

"Kami juga masih menunggu pemilik mobil untuk datang ke TKP," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved