MBG di Palembang

SPPG Silaberanti Jakabaring Layani 1.668 Siswa Penerima MBG di Palembang

Satuan Penugasan Pelayanan Gizi (SPPG) Silaberanti Jakabaring yang dikelola Ditintelkam Polda Sumsel

SRIPOKU.COM / Rachmad Kurniawan
SPPG -- Dapur di Satuan Penugasan Pelayanan Gizi (SPPG) Silaberanti Jakabaring yang dikelola Ditintelkam Polda Sumsel, Rabu (22/10/2025). Menurut kepala SPPG Silaberanti Jakabaring Egi Bepa Prandika, baru beroperasi sekitar satu minggu dan sudah melayani 1688 siswa penerima manfaat. 

Ringkasan Berita: Satuan Penugasan Pelayanan Gizi (SPPG) Silaberanti Jakabaring baru sepekan melayani makan bergizi gratis di Kota Palembang
Namun SPPG yang dikelola Ditintelkam Polda Sumsel sudah melayani 1688 siswa di tiga sekolah yang ada di Palembang. 
SPPG ini lebih memperhatikan kebersihan dan kehati-hatian sebab tim relawan menyediakan sendal karet sebagai alas kaki yang sudah disediakan, sehingga orang yang masuk mesti mengganti alas kakinya.
 

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Satuan Penugasan Pelayanan Gizi (SPPG) Silaberanti Jakabaring yang dikelola Ditintelkam Polda Sumsel baru berjalan satu minggu terakhir.

Namun sudah ada 1688 siswa penerima manfaat yang mendapat MBG yang dimasak dari SPPG tersebut.

SPPG ini juga berada di bawah naungan Polda Sumsel dan lokasinya di Jalan Silaberanti, Gang Kemiling, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. 

Bangunan SPPG Silaberanti Jakabaring memiliki luas sekitar 425 meter persegi yang sudah sesuai standar BGN 400 meter persegi.

Meski tidak seluas yang ada di Pakri Sumsel, SPPG ini lebih memerhatikan kebersihan dan kehati-hatian sebab tim relawan menyediakan sendal karet sebagai alas kaki yang sudah disediakan, sehingga orang yang masuk mesti mengganti alas kakinya.

Sama seperti SPPG di Pakri Polda Sumsel, lantainya menggunakan cat Upox agar air yang terjatuh di lantai tidak mengalir kemana-mana.

Beberapa relawan yang bertugas tampak mengelap tirai PVC setiap ada yang baru masuk ruangan.

Masing-masing kran tempat pencucian bahan baku makanan terpisah oleh dinding. Sedangkan tempat pencucian ompreng berada di ruang lain yang terpisah.

Di ruang pemporsian sistem peletakkan makanan dilakukan satu persatu oleh tiga orang relawan, mulai dari menyusun semua ompreng di meja panjang kemudian meletakkan makanan.

Setelah semua nasi diletakkan di ompreng dilanjutkan lauk pauk dan terakhir susu, lalu ditutup dan disusun sebelum dimasukkan ke dalam kendaraan.

Kepala SPPG Silaberanti Jakabaring Egi Bepa Prandika, mengatakan, semua ruangan yang ada di bangunan krusial terutama tiga ruangan yakni ruang persiapan, ruang pemasukan, dan pemorsian.

"Semua bagi kami krusial menjaga higienitas makanan, tapi yang paling betul diperhatikan adalah ruang persiapan, ruang masak, dan pemorsian. Kami was-was kalau ada yang tidak pakai APD takut terkontaminasi," ujar Egi, Rabu (22/10/2025).

Karena masih dalam masa percobaan selama satu minggu saat ini jumlah relawan dan sekolah yang jadi penerima manfaat masih belum terlalu banyak.

"Tim relawan di sini berjumlah 28 orang, lalu penerima manfaat di tiga sekolah di SMPN 15 Palembang, SMP NU dan SMA NU. Karena kami masih hitungannya masih uji coba satu minggu, ke depannya semoga akan ditambah," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved