Driver Ojol Tewas Dilindas

Keadilan untuk Affan, Ribuan Ojol Bakal Aksi Solidaritas di Depan Polda Sumsel

Kematian tragis Affan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas setelah terlindas rantis Brimob, menyulut kemarahan

SRIPOKU.COM / Rachmad Kurniawan
KETUA ADO SUMSEL - Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel Muhammad Asrul mengatakan pihaknya berencana akan menggelar aksi solidaritas di depan Polda Sumsel pada Senin 1 September 2025, Jumat (29/8/2025). Buntut Affan driver ojol tewas dilindas barakuda Brimob. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kematian tragis Affan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas setelah terlindas rantis Brimob, menyulut kemarahan dan duka mendalam di kalangan komunitas driver online.

Untuk menuntut keadilan, ribuan pengemudi yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan berencana menggelar aksi solidaritas besar-besaran.

Aksi ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 1 September 2025, di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan.

"Senin nanti, kami akan menggelar aksi solidaritas. Ada ribuan driver yang akan hadir di depan Polda Sumsel," ujar Ketua DPD ADO Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, saat dihubungi pada Jumat (29/8).

Dalam pernyataan resminya, ADO tidak hanya menyuarakan duka, tetapi juga menuntut pertanggungjawaban hukum yang transparan. Mereka mendesak agar kasus ini diusut tuntas, tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Tuntutan ADO Sumsel Pertanggungjawaban Hukum, Menuntut adanya proses hukum yang adil dan transparan bagi anggota Brimob yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Kemudian memastikan keluarga korban menerima ganti rugi yang layak atas kehilangan Affan.

Serta transparansi kasus, Meminta Presiden dan Polri untuk mengawal kasus ini secara terbuka, memastikan tidak ada impunitas bagi pelaku.

Asrul Indrawan juga menyerukan persatuan di kalangan sesama pengemudi ojek online.

Ia menegaskan bahwa dukungan publik sangat krusial untuk mencegah kasus serupa terulang di masa depan. 

"Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat, terutama rekan-rekan pengemudi ojek online, untuk bersatu dan mengawal kasus ini hingga tuntas. Dukungan publik sangat penting untuk mencegah impunitas dan memastikan tragedi seperti ini tidak terulang kembali," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved