Hati-hati Pemaksaan Beli Lewat Hadiah Voucher

SEKITAR 2 bulan yang lalu, saya berbelanja di Pusat Perbelanjaan di Palembang Indah Mall, lalu tiba-tiba seorang sales yang saya ketahui bernama Reyhans mendekati saya, mengatakan bahwa jika Anda berbelanja di sana, --Cardinal, yang setelah saya konfirmasi ke Cardinal bahwa mereka tidak memberikan hadiah-- anda akan mendapatkan hadiah. Namun diajaknya ke toko bernama OP, setelah itu saya diberikan undian ternyata mendapatkan hadiah berupa “Parcel Millenium”.
Karena sales itu tidak tahu juga hadiahnya apa, mereka meminta saya menunggu 2 menit untuk mengetahui hadiahnya setelah mereka hubungi pusat mereka, Ternyata hadiah yang saya dapatkan yaitu Air Cooler merek Inextron yang harganya sekitar Rp.8.000.000, dan juga mendapatkan voucher Rp.1.000.000. Menghadapi kondisi demikian, tentu saja saya senang dengan hadiah wah tersebut.
Namun faktanya, voucher tersebut mesti dibelanjakan, tidak bisa diganti dengan tunai, tetapi untuk membelikan produk dari toko tersebut. Dan untuk menerima hadiah tersebut kedua barang yaitu voucer, dan Air Cooler mesti digunakan. Lalu mereka menanyakan berapa jumlah saldo di tabungan saya. Ada tidak saldonya sekitar 5.000.000, dan saya pun menjawab uang saya tidak sampai segitu.
Dengan bujuk rayu mereka dengan dalih uang voucher Rp.1.000.000 tersebut digunakan untuk membeli Air Purifiler merek Inextron seharga Rp. 5.890.000,. Lalu saya diminta untuk DP dulu, karena uang saya tidak banyak hanya sekitar 500.000 diambilnya kartu ATM saya, lalu disuruhnya saya menggesek ke mesin CDC mereka. Dengan nominal 5.000.000, tapi saldo saya tidak banyak dan akhirnya mereka memasukkan nominal 250.000, dan transaksi berhasil dilakukan. Setelah itu mereka meminta 250.000 tunai sehingga DP saya Rp. 500.000.
Ketika pulang saya baru menyadari, buat apa sih saya belanja barang yang tidak penting begitu ? Rp.5.890.000 lagi? Yang sedemikian bagi saya cukup banyak bagi saya. Herannya juga juga kenapa waktu di toko tersebut menjadi begitu penurut....
Keesokan harinya saya ke toko itu lagi meminta batal. minta uang DP saya dikembalikan. tapi sales tersebut mengatakan DP harus diganti dengan barang. Dan barang yang tersedia sekarang yaitu Messager Infrared Inextron seharga Rp.800.000, jadi saya harus menambah 300.000 jika ingin DP saya pulang. Saya tentu saja tidak terima! Masak saya minta DP kembali mesti nambah 300.000?
Lalu saya ngotot uang saya mesti kembali, mereka masih berkeras bahwa DP tidak bisa dikembalikan dengan barang, karena saya ngotot, mereka kasih solusi dengan memberikan alternatif barang penggantian yaitu Blender sesuai dengan DP saya tapi masih indent 2 bulan karena barangnya tidak ada ditoko mereka.
Saya tolak, dan masih ngotot uang saya mesti kembali!...Sempat bersi tegang juga waktu itu.
Karena kesal, saya emosi, dan mengejek mereka,” kamu ini mau jualan apa mau menipu dan mereka dengan silat lidahnya selalu merayu saya.
Akhirnya saya pergi dengan tangan hampa, uang DP saya tidak kembali.. Sampai sekarang pun katanya mereka akan menghubungi saya, tidak pernah dihubunginya...
Saya tidak pernah memikirkannya lagi.
Setelah membaca surat pembaca di internet maupun koran teryata korban seperti saya sangat banyak....
Kenapa pihak yang berwenang tidak bertindak? Saya harapkan toko-toko seperti ini segera ditutup, karena sangat merugikan konsumen. Buat konsumen yang lain waspadalah jangan tergiur oleh rayuan hadiah yang wah.

Farry.
“Fahri”

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved