Berita Palembang

5 Titik CCTV yang Bisa Diakses Warga Palembang Via Ponsel di Web CCTV Kota Palembang

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan memperbanyak, jumlah Closed Circuit Television atau CCTV

Tayang:
Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Arief Basuki
CCTV - Pemkot Palembang membuat aplikasi bagi masyarakat umum bisa mengakses CCTV secara online, Selasa (21/10/2025) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan memperbanyak, jumlah Closed Circuit Television atau CCTV disejumlah sudut di kota Palembang.

Hal ini untuk memantau kondisi di wilayah kota Palembang, khususnya langkah antisipasi kerawanan tindak pidana, serta penerapan peraturan daerah (Perda).

Hingga saat ini dari 29 titik CCTV yang telah terpasang di sejumlah titik di Palembang, 5 titik sudah terintegrasi dan bisa diakses masyarakat umum dengan handphone, melalui web CCTV kota Palembang.

"Ini akan diperbanyak lagi (CCTV Terintegrasi), jadi masyarakat bisa tahu dan melaporkan. Tidak hanya 5 CCTV yang sudah terkoneksi tersebar, tapi kita butuh ratusan hingga ribuan CCTV yang ada di Palembang," kata Walikota Palembang Ratu Dewa, Selasa (21/10/2025).

CCTV itu dikatakan Dewa lebih banyak dipasang di ruang publik, dan bisa digunakan sewaktu-waktu.

"Ini sebagai salah satu alat bukti bagi masyarakat, termasuk yang buang sampah sembarangan. Artinya, nanti bisa untuk edukasi, menindak bagi masyarakat  yang masih buang sampah sembarangan, dan kita minta Diskominfo (Dinas Komunikasi  dan Informasi) untuk sosialisasi terus sehingga bisa juga diakses masyarakat," paparnya.

Sementara Kepala Diskominfo Palembang Adi Zahri menyatakan, jika saat ini sudah ada 5 titik CCTV yang bisa diakses secara online, dan targetnya pada tahun 2025 ini CCTV lainnya bisa terkoneksi juga.

"Untuk sementara yang bisa diakses baru 5, tapi nantinya kita upayakan seluruhnya bisa diakses sebanyak 29 titik. Kelima titik itu, Simpang Parameswara, BKB (Benteng Kuto Besak), Ampera, Simpang Polda dan Simpang RS Bunda," terangnya.

Dijelaskan Adi, program pemasangan CCTV ini, sesuai dengan arahan Walikota Palembang agar masyarakat juga tahu suasana atau situasi kota Palembang, yang salah satunya membantu masyarakat saat berpergian dan bisa mengakses kondisi jalan.

"Nah, sisanya sudah terpasang dan berproses untuk integrasi ke online secara bertahap," bebernya.

Mengenai biayanya, Adi mengungkapkan hal ini sudah dianggarkan di APBD induk Palembang 2025 termasuk di APBD Perubahan 2025, dan satu titik dianggarkan sekitar Rp 7 juta.

"Untuk biayanya belum dihitung, kalau aplikasi dibuat oleh tim dari Kominfo, itu juga ada CCTV yang lama yang kita integrasikan. Kalau soal biaya, kita ada pola CSR atau sewa, dimana satu titik sekitar Rp 7 jutaan, dan dalam anggaran APBD perubahan dianggarkan juga, tapi jumlah totalnya sekitar Rp 450 jutaan," ucapnya.

Ditambahkan Adi, lambatnya progres integrasi CCTV di Palembang ini karena beberapa hal, baik dari komponen maupun penataannya selama ini.

"Tantangannya banyak, karena satu CCTV ada tiga komponen yang harus kita lakukan yaitu CCTV sendiri, kedua FO ( kabel Wifi-nya) ketiga PLN (listrik). Contoh di Ampera FO nya itu kita harus narik dari bawah dan itu tantangan, bagaimana FO tidak semerawut membuat estetika Ampera berubah, makanya kita lewat pinggir dibawah Ampera ditarik. Kedua tidak semua Wifi di kota Palembang itu ada FOnya," kata Adi.

Ia berharap dengan ada CCTV yang terpasang di sejumlah titik di Palembang, maka semua bisa memantau bersama dalam hal mengantisiapsi kerawan dan kemecatan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved