Berita Lubuklinggau

Progres Tol Lubuklinggau-Bengkulu Dilanjutkan, Masyarakat Diminta Dukung Pembebasan Lahan

Kepala Dinas PUPR Kota Lubuklinggau Asril Asri pun meminta masyarakat untuk bersabar dan diminta agar ikut mendukung terkait dengan pembebasan lahan t

Editor: Fadhila Rahma
handout
Pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Lubuklinggau Sumsel dengan Provinsi Bengkulu dilanjutkan kembali 2024. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Lubuklinggau Sumsel dengan Provinsi Bengkulu dilanjutkan kembali 2024.

Kepala Dinas PUPR Kota Lubuklinggau Asril Asri pun meminta masyarakat untuk bersabar dan diminta agar ikut mendukung terkait dengan pembebasan lahan tol Lubuklinggau.

"Untuk jalan tol, dokumen penlok sampai hari ini belum ada review. Dokumennya kan sudah selesai. Dan sampai hari ini belum ada revisi," kata Asril pada wartawan, Minggu (20/8/2023).

Asril mengungkapkan pembangunan jalan tol Lubuklinggau sudah masuk dalam Perpres dan sudah masuk daftar proyek strategis Nasional.

Baca juga: Wanita Warga Betung OI Ini Sudah 2 Bulan Menghilang, Pernah Didatangi Tersangka Perdagangan Orang

Tapi untuk pelaksanaannya masuk ditahap empat. Dan tahap empat itu sendiri kemungkinan berjalannya pada era pemerintahan yang baru.

"Masyarakat Lubuklinggau harap bersabar, kita minta dukungannya, terutama keterkaitan dengan pembebasan lahan," ungkapnya.

Asril menyebutkan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau hanya sebatas menyiapkan sarana penunjang  simpang susun masuk dalam desain exit tolnya.

"Untuk jalan menuju exit tolnya. Jadi ada trase baru yang nanti untuk mempersingkat dari simpang empat jalan yang sudah di cor itu kemungkinan yang bakal tembus ke Rahma," ujarnya.

Kemudian, untuk titik exit tol Lubuklinggau sendiri direncanakan  jalan masuk Lingkar Selatan kurang lebih 2,5 Km. Kondisi jalannya sekarang sudah dicor yang masih masuk daerah Mesat wilayah Lubuklinggau Timur.

"Jadi untuk trase jalan tol dan exit tol Lubuklinggau kemungkinan di empat wilayah yakni Air Kati, Jukung, Binjai dan termasuk mesat," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved