70 Persen Kebudayaan Palembang Hilang
Adapun beberapa kebudayaan dan adat Palembang yang telah menghilang dan tidak lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
PALEMBANG, SRIPO -- Sekitar 70 persen kebudayaan dan adat Palembang, saat ini diklaim sudah tergerus zaman alias menghilang tak lagi digunakan oleh masyarakat kota pempek.Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin mengatakan, di era milenial saat ini kebudayaan Palembang semakin tenggelam dan tak lagi menemani keseharian wong kito.
Adapun beberapa kebudayaan dan adat Palembang yang telah menghilang seperti membatik, memanah, bebaso Palembang, wayang Palembang, penggunaan terbangan dalam perkawinan dan pencak keraton.
"Sekarang sekitar 70 persen sudah menghilang. Termasuk diantaranya kesenian wayang Palembang sekarang nyaris punah," ujarnya, Selasa (8/10).
Sultan pun mengaku miris dengan keberadaan wayang Palembang yang nyaris punah dan tak dapat perhatian dari pemerintah. Berbanding terbalik dengan pemerintah, keberadaan wayang Palembang tersebut pun sudah diakui oleh PBB.
Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) PBB beberapa tahun lalu turun langsung untuk membantu memberikan seperangkat alat wayang.
"UNESCO saja yang merupakan lembaga dunia langsung turun membantu. Ini tamparan bagi pemkot Palembang dan negara kita," tegasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah selaku pemilik kuasa jangan tinggal diam melihat wayang Palembang nyaris punah, terlebih wayang Palembang merupakan peninggalan bersejarah yang sudah ada sejak zaman Raden Fatah pada abad ke 14.
"Bukan hanya wayang, pemakaman pendiri Kesultanan Palembang Darussalam di Cinde Welang tidak terawat dan kini digempur oleh pembangunan Aldiron Cinde," jelas Sultan. (oca)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/wayang-palembang.jpg)