Keluarga dr Alia Agak Tenang

PALEMBANG, SRIPO — Setelah mendapat pengakuan mengejutkan dari Iwan Andriansah (27) tentang motif membunuh dr Alia Pranita Sari (27) yang dilakukannya, polisi bakal memeriksa kejiwaan Iwan. Perbuatan tersangka dianggap menyimpang, karena Iwan juga menyetubuhi jenazah Alia (Sripo 29/8), sehingga polisi merasa perlu mengetahui seperti apa kepribadiannya. Kapoltabes Palembang Kombes Pol Luki Hermawan kepada wartawan, Sabtu (29/8) mengungkapkan, pemeriksaan kejiwaan dengan bentuk uji kepribadian ini akan dilakukan paling lambat satu minggu kedepan. “Kita lakukan setelah proses pemeriksaan yang dilakukan penyidik selesai. Keterangan Iwan terus berubah, dan terakhir Anda dengar sendiri dia memerkosa korban dua kali. Sekali sebelum meninggal dan sekali lagi setelah meninggal,” kata Luki. Kesaksian Iwan ini sebelumnya memang cocok dengan hasil kesimpulaan tim Dokkes Polda Sumsel dan saksi ahli yang mengungkapkan Iwan memang menyetubuhi jenazah Alia. Seperti diberitakan harian ini, usai proses uji kebohongan menggunakan lie detector yang dilakukan selama hampir enam jam, Iwan tiba-tiba mengaku. Dia membunuh Alia karena sebelumnya memerkosanya. Setelah itu dia bahkan menyetubuhi Alia lagi. Petunjuk yang akhirnya membuat Iwan mengaku adalah ditemukannya darah yang keluar dari organ intim korban. Pengakuan ini akhirnya meruntuhkan pengakuan Iwan sebelumnya yang mengaku berpacaran dengan Alia dan sering melakukan hubungan intim atas dasar suka sama suka. Sabtu (29/8) siang Iwan juga diperiksa kesehatannya. Saat proses uji kebohongan tersangka ini sempat mengaku penyakit Thalasemia-nya kambuh. “Pagi tadi darah mengucur dari anus saya saat buang air besar,” kata Iwan saat itu. Namun, keesokan harinya saat diperiksa, kondisi Iwan cukup baik. “Tensi darahnya stabil, HB-nya juga baik. Hanya saja mungkin dia lelah karena menjalani proses pemeriksaan yang panjang,” kata Kapoltabes. Rencananya Senin (31/8) nanti, polisi akan menggelar rekonstruksi pembunuhan lagi. Iwan terancam pasal 340, 338, 365 dan 285 KUHP. Pasal 340 adalah soal pembunuhan berencana. Agak TenangTerpisah keluarga dr Alia saat dihubungi Sripo terkait pengakuan Iwan yang baru merasa agak tenang. “Akhirnya apa motif sebenarnya terungkap. Pengakuan tersangka ini membuat ayah dan ibu Alia sedikit tenang,” kata Fatoni Syarif, juru bicara keluarga korban, yang juga paman Alia. Menurut Fatoni sejak pengakuan Iwan itu, ibu korban, sedikit terhapus dukanya. “Bayangkan pemberitaan yang dilakukan beberapa media sebelumnya sangat memojokan anaknya. Padahal Alia adalah korban. “Tersangka sudah membunuh malah membuat pengakuan palsu yang menjelekan korban,” kata Fatoni. Ibunda dr Alia, dr Megawati sangat terpukul dengan pemberitaan itu (pengakuan Iwan yang menyebut dia sudah sering melakukan hubungan intim dengan dr Alia atas dasar suka sama suka, Red), hingga akhirnya menutup diri dari wartawan. Fatoni menyebutkan pihak keluarga sudah mengetahui pengakuan terbaru Iwan. “Kami langsung ditelepon Kapoltabes, dia mengabarkan pengakuan Iwan itu. Sejak itu ayahanda dr Alia, dr Agustria SpOG dan dr Megawati cukup tenang karena kebenaran mulai terungkap,” katanya lagi. Fatoni berani mengatakan bahwa sejak awal sudah menduga hal ini. “Alia dibunuh karena melawan pemerkosaan Iwan itu, kalau perlu sejumlah media yang sebelumnya memuat pengakuan Iwan yang bohong itu membuat dalam judul headline-nya (sejumlah media memang sempat menulis pengakuan Iwan yang mengatakan dia sudah sering melakukan hubungan intim dengan dr Alia atas dasar suka sama suka, Red) “ katanya. Fatoni mengungkapkan pihak korban sudah menyiapkan pengacara untuk menyelesaikan masalah ini, sekaligus memberikan klarifikasi pihak keluarga korban. Advokat Dindin Suudin ditunjuk sebagai pengacaranya. Fatoni mengatakan masih ada pengakuan Iwan soal kronologis pembunuhan yang diragukan keluarga dr Alia. Untuk itu dirinya meminta penyelidikan dilakukan lebih ketat dan rinci lagi. (cr3)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved