Selamat Jalan Oma Cinta Fitri

Tayang:
zoom-inlihat foto Selamat Jalan Oma Cinta Fitri

Ida Kusumah

KOMPAS IMAGES/FIKRIA

JAKARTA, SRIPO — Para penggemar sinetron Cinta Fitri yang tak ada putus-putusnya bisa jadi akan kehilangan hiburan segar setelah kepergian si Oma yang diperankan artis kawakan Ida Kusumah. Ia meninggal dalam perjalanan dari lokasi shooting di Cinere ke rumah sakit. Oma yang bernama asli Siti Endeh Ida Hendarsih Atmadi Kusumah, meninggal dunia pada Kamis (25/11) ini pukul 20.30 dalam usia 71 tahun.

 Semula berita duka bahwa pesinetron, Ida ‘Si Borokokok’ Kusumah, meninggal dunia, itu disiarkan melalui BBM kepada pengguna BlackBerry.

 Beginilah isi BBM yang tersiar. “Inalillahi wa inailaihi roji’un, telah berpulang ke rahmatulah Nyonya Ida Kusumah mendiang meninggal d lokasi shooting karena serangan jantung. Mudah-mudahan amal ibadah beliau diterima di sisinya, dan diampuni segala dosanya. amien,” demikian BBM yang diterima tribunnews.com, Kamis (25/11).

 Pihak rumah produksi MD Entertainment, yang membuat sinetron seri Cinta Fitri, yang dimainkan oleh Ida hingga akhir hidupnya, membenarkan kabar itu. “Benar. Beliau terkena serangan jantung saat shooting sinetron Cinta Fitri. Beliau meninggal di Rumah Sakit Puri Cinere,” kata Media, salah seorang staf MD Entertainment, Kamis malam.

 Ida Kusuma adalah pemain sinetron dan bintang film legendaris Indonesia. Film pertamanya berjudul Putri Revolusi yang dibuat tahun 1955. Dalam film ini Ida berdampingan dengan aktor terkenal Sukarno M Noor, yang juga ayah dari aktor Rano Karno.

 Film yang disutradarai oleh Ali Yugo ini mengawali karir Ida Kusuma dalam dunia layar lebar. Nama perempuan kelahiran Jakarta, 31 Agustus 1939.

 Tapi karena karirnya di dunia film tidak mulus, ia beralih ke bidang tarik suara dan peragawati. Tahun 1960, ia dinobatkan sebagai Putri Peragawati I dan Ratu Jakarta III.

 Pada tahun 1960-an ia juga aktif sebagai penyanyi dan penari, yang bertugas untuk menghibur para prajurit dalam operasi Trikora, Dwikora maupun ketika penupasan G30S/PKI.

 Pada tahun 1961, ia kembali bermain film dan mendapat peran utama dalam film Malam tak Berembun bersama aktor AN Alcaff dan disutradarai oleh AW Sardjono. Bermain kembali dalam film Menjusuri Djejak Berdarah pada tahun 1967.

 Sampai dengan tahun 2007, tercatat, ia telah bermain dalam 62 film. Mulai tahun 1994, ketika dunia sinetron tumbuh menjamur, ia pun ikut terjun didalamnya.

 Ia mungkin satu di antara artis film Indonesia yang tetap setia dan konsisten terhadap dunia seni peran. Berkarir sejak 1955, perempuan yang identik dengan ucapan “What Happen Aya Naon” itu tetap semangat berkarir dan tanpa rasa jenuh.

 Atas kesetiaannya pada dunia perfilman, pada tahun 1996, ia menerima Penghargaan Kesetiaan Profesi dari Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N).

Ia merasa bersyukur atas penerimaan masyarakat dan industri perfilman, sinetron dan juga iklan di saat generasi berganti dan regenerasi terus terjadi.

 Sejumlah sinetron pun dibintanginya hingga saat ini. Ida dalam akting sering mendapatkan peran antagonis, sebagai ibu yang judes dan bahkan jahat.

Selamat jalan Oma Cinta Fitri.

(tribunnews/kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved