Pantas Jawa Barat Cemas Saat Panen di Gegesik Rawan Hama, Kabupaten Cirebon Masuk Produsen Terbesar

Petani di Kabupaten Cirebon terancam gagal panen pada masa tanam pertama di tahun 2025 ini. Situasi ini bikin Jawa Barat harap-harap cemas.

Editor: Refly Permana
ekiyulianto/tribunjabar.id
PETANI RUGI - Ilustrasi seorang petani yang menunjukkan kondisi lahan yang mengering akibat cuaca tak menentu di Desa Karangasem, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon. Musim panen padi masa tanam pertama (MT-1) tahun 2025 menjadi mimpi buruk bagi sejumlah petani di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Alih-alih mendulang untung, para perani justru mengaku merugi hingga 70 persen akibat cuaca ekstrem, serangan hama, dan biaya produksi yang terus melonjak. 

SRIPOKU.COM - Petani di Kabupaten Cirebon terancam gagal panen pada masa tanam pertama di tahun 2025 ini.

Padahal, beberapa kecamatan di kabupaten tersebut menjadi salah satu daerah produsen beras yang diandalkan Provinsi Jawa Barat.

Beruntung, provinsi yang saat ini dikepalai Dedi Mulyadi ini memiliki beberapa kabupaten dan kota yang selama ini menjadi andalan soal distribusi beras.

Jika tidak mengalami nasib sama, distribusi beras di Provinsi Jawa Barat kemungkinan besar tidak bakal terganggu.

Mengutip Badan Pusat Statistik untuk Provinsi Jawa Barat, di tahun 2024 yang sudah diperbarui pada 26 Mei 2025, Kabupaten Cirebon secara total memiliki lahan tanaman padi seluas 84.465,74 Ha.

Angka tersebut jauh berada di bawah Kabupaten Indramayu yang memiliki lahan tanaman padi seluas 212.866,19 Ha.

Secara berurutan, berikut lima daerah yang lahan tanaman padinya terluas di Jawa Barat:

1. Kabupaten Sumedang : 212.866,19 Ha

2. Kabupaten Karawang : 183.065,46 Ha

3. Kabupaten Subang : 163.881,64 Ha

4. Kabupaten Cianjur : 105.305,7 Ha

5. Kabupaten Majalengka : 87.220,48.

Baca juga: Daerah Termaju di Jawa Barat Tahun 2024, Kota Tahu Kalahkan Kota Udang, Kota Mangga Degradasi

Sementara itu, masih mengutip data yang sama, produsen beras terbesar di Provinsi Jawa Barat juga bukan berasal dari Kabupaten Cirebon.

'Kota Udang' di tahun 2024 bisa memproduksi 294.880,86 ton beras.

Jumlah itu tak sampai separuh dari apa yang diproduksi Kabupaten Indramayu, yakni sebanyak 808.100,81 ton.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved