Berita Palembang
100 Hari Herman Deru-Cik Ujang Pimpin Sumsel, Kinerja Apik, Namun Terobosan Besar Dinanti
Seratus hari pertama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru dan Cik Ujang (HDCU)
Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Seratus hari pertama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru dan Cik Ujang (HDCU), secara umum dinilai relatif baik.
Namun, para pengamat menekankan bahwa penilaian ini belum sepenuhnya representatif untuk masa jabatan lima tahun hingga 2030 mendatang.
"Secara umum, apa-apa yang sudah dilakukan pasangan HDCU ini relatif baik. Tinggal kini realisasi dan implementasi program yang ada," kata Dr. M. Husni Tamrin, pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Selasa (3/6/2025).
Menurut Husni, banyak hal sudah dilakukan dalam 100 hari pertama. Niat untuk bergerak cepat terlihat dari mobilitas tinggi Gubernur dan Wakil Gubernur, serta komitmen besar pada infrastruktur dan sinergi dengan program pusat seperti perumahan, pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Sultan Muda.
Meski demikian, Husni menyoroti perlunya komunikasi publik yang lebih baik.
"Semua gerak cepat itu harus dibarengi komunikasi publik yang baik. Sebab, hingga kini belum ada dashboard atau laporan terbuka soal capaian program, dan evaluasi publik jadi sulit," ujarnya.
Ke depan, ia menambahkan, reformasi birokrasi yang konkret sangat dibutuhkan, karena keberlanjutan program sangat bergantung pada tata kelola yang transparan dan birokrasi yang solid.
Senada dengan Husni, pengamat politik Unsri lainnya, Dr. Adriyan Saptawan, menilai bahwa 100 hari kerja saat ini masih dalam masa efisiensi anggaran sehingga belum bisa menjadi tolok ukur.
Meskipun demikian, ia melihat adanya pola-pola fondasi program pembangunan ke depan.
"Tantangan ke depan berat, pertumbuhan ekonomi berat sehingga perlu pondasi untuk pembangunan lima tahun ke depan dengan mengevaluasi pembangunan sebelumnya, dengan loncatan-loncatan serta ide terobosan yang merupakan periode keduanya, untuk saya tarik pembangunan lain," tandas Adriyan.
Ia mencontohkan banyak kasus PHK yang menjadi tantangan besar, di mana kepemimpinan HDCU harus mampu membuka lapangan pekerjaan baru.
Selain itu, pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk perkebunan yang selama ini menjadi komoditas unggulan di Sumsel juga perlu diperhatikan.
Adriyan menyoroti potensi besar pembangunan pelabuhan Tanjung Carat TAA sebagai sumber potensial untuk mengangkat perekonomian strategis di Sumsel.
"Jika itu dibangun maka banyak sekali bukan hanya pabrik tapi properti juga. Mudah-mudahan semester kedua ini sudah terlihat pemantiknya di mana," ungkapnya.
Lebih lanjut, Adriyan menekankan bahwa seorang Gubernur dan Wakil Gubernur memiliki level nasional dan harus memiliki terobosan untuk menarik investor dari luar negeri, bukan hanya berstandar birokrat.
"Nah, ini dengan mewujudkan pembangunan yang konkret, yang nantinya berdampak kepada masyarakat luas," pungkasnya.
| Respon Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Jamin Seluruh Biaya Medis Korban Kecelakaan Kerja di Palembang |
|
|---|
| Minim Kontribusi PAD, Anggota DPRD Sumsel Desak Reformasi Total BUMD |
|
|---|
| Anggota DPRD Sumsel Dukung CFD Jembatan Ampera Berlanjut, Nopianto Ungkap Alasan |
|
|---|
| Pelaku Penusukan di Palembang Diciduk Saat Tidur, Dibangunkan Polisi Pakai Lagu Selamat Ulang Tahun |
|
|---|
| 10 Motor Alami Laka Beruntun di Jalan Soekarno Hatta Palembang, Jalanan Licin Gegara Tumpahan Oli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/HDCU-kumpulkan-kepala-daerah-terpilih.jpg)