Opini

Website Desa: Ketika Desa Bercerita Data

Desa yang memiliki website desa terbaik adalah Desa Sidomulyo yang merupakan bagian dari Kecamatan Belitang di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.

Editor: tarso romli
handout
Rillando Maranansha Noor, S.E. 

STATISTIK menjadi semakin menarik untuk diulik. Data dan informasi sudah telah kebutuhan yang tak dapat dihindari. Pemerintah desa pun mulai melek data dan informasi, bahkan mereka pun tak gagap lagi dengan teknologi. Penyajian data dan informasi yang berbasis teknologi tak lagi menjadi barang langka di era digitalisasi.

Pemerintah desa dalam beberapa periode waktu terakhir ini telah berjibaku dengan berbagai data dan informasi. Pemerintah desa disibukkan dengan pengumpulan data dan informasi serta menginputnya di berbagai aplikasi yang dianggap sebagai perwujudan suatu inovasi. Miris, ketika kita berpikir sempit bahwa inovasi harus berupa aplikasi. Tapi mau tak mau, suka tak suka, itu lah kenyataan yang terjadi dewasa ini.

Pemanfaatan teknologi sebagai wadah dari data dan informasi yang dimiliki telah menyentuh hingga level desa. Saat ini sebagian besar desa telah memiliki website sebagai sarana penyebaran data dan informasi yang mereka miliki, meski terkadang hanya template yang belum terisi optimal, data dan informasinya tersedia namun dalam format yang sederhana, atau data dan informasi tersedia secara lengkap dan menarik untuk diakses.

Salah satu desa yang memiliki website desa yang baik adalah Desa Sidomulyo yang merupakan bagian dari Kecamatan Belitang di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Provinsi Sumatera Selatan. Desa yang merupakan tanah kelahiran Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru ini berhasil menorehkan prestasi sebagai 25 Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Terbaik Nasional pada tahun 2024.

Desa Cantik sendiri merupakan salah satu program peningkatan literasi statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) di tingkat desa. Program yang bertujuan meningkatkan kompetensi perangkat desa dalam mengelola data  yang dimilikinya ini menjadi bukti bahwa statistik menjadi bagian krusial dan tak terpisahkan dari perencanaan pembangunan desa.

Program Desa Cantik ini membuat desa mengimplementasikan GSBPM atau Generic Statistical Business Process Model, merupakan model proses yang standar dan dapat digunakan oleh produsen data untuk menghasilkan statistik berkualitas. Secara sederhana dapat diartikan sebagai proses bisnis statistik atau tahapan-tahapan yang harus dilakukan demi tercapainya data statistik berkualitas.

Desa Sidomulyo memiliki keunggulan dalam ketersediaan data yang komprehensif. Data dan informasi tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh unsur yang ada di desa seperti aparatur desa, tim penggerak PKK desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Masyarakat Pembangunan Desa (MPD), Karang Taruna, Bidan Desa dan masyarakat desa itu sendiri. Seluruh unsur tersebut bahu mebahu untuk melengkapi data dan informasi yang dibutuhkan di berbagai aplikasi dari kementerian atau lembaga seperti Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel), SDGs Desa, indeks Desa Membangun, Desa Cantik, Desa Bersinar, Desa Bumi Sriwijaya dan lain-lain.

Website Desa Siomulyo menyajikan menu utama seperti identitas desa, aparatur desa yang berisi informasi nama-nama aparatur desa dan jabatannya, statistik wilayah yang berisi informasi jumlah keluarga dan penduduk per RT, bangun desa yang berisi informasi terkait pembangunan yang dilakukan desa, Desa Cantik yang berisi statistik wilayah, statistik penduduk, statistik harga, statistik UMKM dan ragam data. Selain itu ada pula menu utama berupa lapak desa yang berisi usaha di desa Sidomulyo dimana user website tersebut bisa melalui pembelian melalui tautan nomor whatsapp si penjual. Menu ini menjadi inovasi menarik dan pembeda dari menu yang ada di website desa pada umumnya. Selain itu ada menu peta desa, arsip artikel dan ruang lapor sebagai sarana pengaduan dari masyarakat.

Menu profil desa menjadi menu wajib yang menampilkan peta desa, visi misi desa, sejarah, kondisi geografis, wilayah administrasi, gambaran umum dan RPJMDesa. Potensi desa pun terjelaskan pada website ini yang berisi sumber daya alam, sumber daya manusia serta sarana dan prasarana. Adapula regulasi yang berisi produk hukum yang dibuat desa dan portal PPID.  Adapula menu layanan mandiri yang memepermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan hanya dengan memasukkan PIN dari perangkat desa.

Website Desa Sidomulyo juga memuat beberapa giat yang dilakukan desa disertai dengan galeri dokumentasi kegiatan dimaksud. Selain itu ada juga data lembaga desa seperti PKK, RT, Bumdes, Linmas, Karang Taruna dan kelembagaan petani. Bisa dikatakan menu yang dimiliki website ini cukup lengkap, dan pihak desa selalu melakukan update terhadap data yang ada dan melakukan pembaharuan guna meningkatkan kualitas layanan dari website tersebut. Website desa tersebut juga mudah diakses dan tampilannya pun cukup menarik.

Bayangkan ketika pemerintahan di level desa sudah memahami pentingnya data dan statistik, bahkan mampu mendiseminasikannya dengan baik melalui website yang ada. Miris ketika ada website pemerintah daerah yang isinya hanya didominasi berita atau kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah tersebut. Data dan informasi yang tersedia sangat minim, tanpa dilengkapi dengan analisis dan metadatanya, bahkan ragam format datanya pun tidak terpenuhi atau hanya tersedia dalam satu format.

Desa yang memiliki website seperti Desa Sidomulyo seharusnya dijadikan percontohan bagi desa lain sehingga website desa tidak sekedar ada tetapi juga mampu memberi makna. Dana desa pun harus dianggarkan untuk data dan informasi, mulai dari pengumpulan, pengolahan hingga penyebarluasan datanya. Anggaran website desa pun harus ada, dan website tersebut harus memiliki standardisasi yang jelas dan memiliki menu minimal yang harus dimiliki. Keberadaan website desa akan membuat desa mampu berbicara tentang data, di mana data mampu hadir hanya dengan beberapa klik saja. Tantangan digitalisasi ini harus mampu dijawab oleh desa, karena desa saat ini tak hanya lagi sebagai objek pembangunan, namun juga subjek pembangunan. Desa Sidomulyo melalui Desa Cantik mampu mewujudkan cita-cita mereka yang juga menjadi nama desa yaitu “Menjadi Mulia”. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved