Kopi Sumsel

Harga Bubuk Kopi Arabika Yelow Pagar Alam Sumsel Rp 500 Ribu hingga 1 Juta Per Kilogram

Bukan hanya kopi jenis robusta dan arabika yang ditanam petani di Pagar Alam, tetapi ada juga jenis kopi baru dikembangkan, yaitu kopi arabika yelow.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: tarso romli
sripoku.com/wawan Septiawan
ARABIKA YELOW - Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah saat sedang memanen Kopi Arabica Yellow yang ada di Desa Langor Kecamatan Dempo Utara Kota Pagar Alam, Jumat (2/5/2025). Kopi Arabika Yelow (Raden Kuning) menjadi salah satu Kopi dengan nilai ekonomis tinggi di Pagar Alam. 

SRIPOKU.COM, PAGAR ALAM - Kota Pagar Alam memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi dengan berbagai cita rasa di Sumatera Selatan. Bukan hanya kopi jenis robusta dan arabika yang ditanam oleh petani di Pagar Alam, tetapi ada juga jenis kopi yang baru dikembangkan, yaitu kopi arabika yelow.

Kopi ini mulai ditanam oleh seorang petani di Desa Langor, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam. Untuk memastikan keberadaan kopi tersebut, Walikota Pagar Alam pada Jumat (2/5/2025) lalu mengunjungi langsung lahan kopi arabika yelow tersebut. Walikota juga memberikan nama baru untuk kopi ini, yaitu Kopi Raden Kuning.

"Kopi ini merupakan jenis arabika yang bisa ditanam di ketinggian antara 1.000 sampai 1.300 mdpl," ujar Walikota.

Kopi arabika yelow ini memang baru dikembangkan di Kota Pagar Alam, tetapi hasilnya cukup menjanjikan. Pasalnya, kopi ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.

"Menurut warga, kopi ini bisa dijual sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta per kilogram dalam bentuk bubuk kopi," katanya.

Selain itu, kopi ini baru siap panen jika warna kulitnya menjadi kuning, berbeda dengan kopi arabika biasa yang sudah siap panen ketika warna kulit buahnya merah.

"Bahkan saat sudah siap panen, kopi ini jika digigit terasa manis. Dan saat sudah menjadi bubuk, cita rasanya lebih enak dibandingkan kopi arabika biasa," ungkapnya.

Dijelaskan Walikota, saat ini kopi arabika yelow ini baru dikembangkan di lahan kecil saja. Namun, nantinya Pemerintah Kota bersama Dinas Pertanian akan membudidayakan kopi ini di lahan milik pemerintah kota.

"Jika berhasil, kami akan mengajak masyarakat Pagar Alam untuk ikut menanam kopi ini agar bisa mendapat nilai ekonomis yang tinggi," jelasnya.

Simak berrita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved