Siswa di PALI Keracunan Makanan

Gubernur Sumsel Herman Deru Bakal Tinjau Langsung Insiden Keracunan Makanan di PALI Akibat MBG

Gubernur Sumsel Herman Deru akan meninjau secara langsung kondisi siswa yang terdampak insiden keracunan makanan di PALI

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: adi kurniawan
sripoku.com/linda
KERACUNAN MAKANAN - Gubernur Sumsel Herman Deru akan meninjau secara langsung kondisi siswa yang terdampak insiden keracunan makanan di PALI diduga akibat MBG 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumsel Herman Deru, berencana akan meninjau secara langsung ke Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), untuk melihat secara langsung kondisi siswa yang terdampak insiden keracunan makanan

Peristiwa ini diduga terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kunjungannya, Herman Deru akan didampingi Bupati PALI, Asgianto.

"Saya akan meninjau langsung ke lokasi bersama Bupati PALI untuk memastikan langkah-langkah penanganan yang diperlukan," Kata Herman Deru saat di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (6/5/2025).

Herman Deru menyatakan telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

Bahkan setelah mendengar informasi tersebut dirinya langsung meminta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumsel Trisnawarman untuk mengecek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di PALI.

"Kadinkes Sumsel saat ini dia tengah mengecek kondisi dapur dan melakukan evaluasi mendalam di PALI," katanya.

Kunjungan dirinya nanti ke PALI diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, yang bertujuan meningkatkan gizi siswa. 

Apalagi pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan program MBG dengan perbaikan, agar aman dan tepat sasaran. 

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Zulkarnain menambahkan, Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang kembali. 

"Nanti ada kajian di PALI terkait hal tersebut. Nanti diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi supaya lebih bagi lagi dalam menjalankan Program MBG ini," katanya. 

Sementara itu Kadinkes Sumsel, Trisnawarman, dalam inspeksinya menyebutkan bahwa dapur MBG telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan. 

Namun, ia belum dapat memastikan penyebab keracunan yang membuat ratusan siswa mengalami mual, muntah, dan pusing.

"Dari hasil sidak, dapur sudah sesuai standar. Kemungkinan hanya sebagian makanan yang tercemar, bukan seluruhnya. Inilah yang menjadi fokus evaluasi," kata Trisnawarman.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved